dutapublik.com, TOMOHON – Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno mengutip sebuah kalimat bijak dalam bahasa Inggris, “we are not in the same boat, but we are in the same storm”, yang artinya, kita semua tidak dalam satu kapal tetapi kita sedang menghadapi badai yang sama.
“Oleh karena itu, momen ini hendaknya menjadi momen kebersamaan kita untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan kita, agar kita selalu hidup harmonis dalam lintas agama, lintas suku bangsa maupun entitas wilayah dalam kesatuan untuk merajut persatuan dan kesatuan demi tegaknya dan utuhnya NKRI,” ujar Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyatno, mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Pembukaan kegiatan Konferensi VII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado, bertempat di Stadion DR SHS Kawangkoan, Minahasa, pada Jumat (15/7).
Menurut Irjen Pol Mulyatno, peran agama di dalam masyarakat utamanya adalah membina akhlak dan kemampuan kognitif, kemampuan sikap perilaku, dan juga membina apa yang kita lakukan dalam praktek kehidupan, baik dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Hal terpenting di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ini tentunya kita hidup dalam keberbedaan namun kita masih tetap diikat dalam persatuan dan kesatuan dengan ideologi Pancasila. Sehingga yang perlu kita kembangkan di sini adalah sikap-sikap moderasi beragama,” terangnya.
Atas nama Pimpinan Polri, Irjen Pol Mulyatno kembali mengucapkan selamat atas terlaksananya konferensi dan pertemuan raya KBK ini.
“Semoga pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan lancar, sukses, dan aman. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan kesehatan, kesuksesan, dan perlindungan kepada kita semua,” pungkas Irjen Pol Mulyatno. (EffendyV.Iskandar)






