Kasi Kesetaraan Dorong PKBM Kembangkan Ekonomi Produktif

511

dutapublik.com, KARAWANGPendidikan Kesetaraan dengan slogan Menjangkau Yang Tidak Terjangkau berupaya memberikan layanan pendidikan bagi warga yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal karena berbagai alasan.

Dalam pendidikan kesetaraan, selain diberikan materi ilmu pengetahuan juga diberikan materi kecakapan hidup (life skill).

Materi life skill ini meliputi berbagai program pendidikan keterampilan yang beragam di setiap PKBM dan materinya tergantung pada karakteristik tempat kegiatan pembelajaran berlangsung.

Adanya materi kecakapan hidup ini memberikan peluang kepada warga belajar untuk dapat memiliki keahlian atau skill pada bidang keterampilan.

Sehingga diharapkan warga belajar akan mampu mandiri dan mampu menciptakan lapangan usaha bagi diri mereka sendiri.

Menyikapi hal ini, Kasi Kesetaraan Disdikpora Kabupaten Karawang H. Kosim Taryana, M.Pd. pun turut memberikan komentarnya.

“PKBM harus mengingat kepada jati dirinya sebagai wadah atau pusat pembelajaran bagi masyarakat dan pembelajaran tersebut harus meliputi berbagai bidang termasuk di dalamnya pendidikan keterampilan,” katanya.

Lebih jauh Ia mengatakan, bahwa pengelola PKBM sekarang ini harus memiliki visi yang terintegrasi pada pengembangan ekonomi produktif yang dikembangkan melalui program pendidikan keterampilan.

“Sehingga diharapkan warga belajar yang menuntaskan pembelajaran di PKBM selain memiliki ijazah juga memiliki bekal keterampilan yang memadai,” imbuhnya.

Apabila hal tersebut dapat terlaksana, kata Kosim Taryana, maka PKBM bisa mengembangkannya dengan membentuk kelompok usaha mandiri, sehingga secara tidak langsung telah membuka lapangan kerja baru bagi warga belajar tersebut.

“Pola pembelajaran di PKBM sekarang harus lebih mengembangkan pola pembelajaran keterampilan sebagai dasar warga belajar untuk mendapatkan skill atau keahlian di bidang keterampilan tertentu,” ujarnya.

Menurut Kosim Taryana, Out put yang diharapkan, nantinya warga belajar bisa mengembangkan keahliannya tersebut sebagai bekal untuk usaha mandiri.

“Saya sendiri selaku Kasie Kesetaraan turut mendorong para pengelola PKBM untuk dapat mengembangkan pola pembelajaran keterampilan yang berorientasi pada pengembangan ekonomi produktif,” pungkasnya. (Endang Andi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *