Katakan ‘Media Jongos’ Di Status Medsos, Munandir Akhirnya Menyampaikan Permohonan Maaf

591

dutapubublik.com, BLORA – Gegara emosi sesaat dan membuat status menyinggung media sebagai Jongos kasus galian C di Desa Singget Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, seorang oknum anggota salah satu orgnisasi masyarakat Pemantau Keuangan Negara (PKN) di Blora di kecam sejumlah wartawan.

Status yang ditulis Munandir pada Minggu (10/4) pukul 04.11 WIB, berbunyi Setelah saya melakukan penyelidikan n menarik kesimpulan terkait tambang di singget banyak oknum, instansi yang ikut menikmati hslnya. Trmasuk media” jongos. tuntutan warga normalisasi akses jln serta pemerataan loks tambang yang kedalamanya ±25m juga belum dilaksanakan. itu kalau kades tegas sebenarnya tidak menunggu lama. krew tambangpun seolah” mersa jagoan Krn sudah ngasih atensi ke instansi” n APH. walaupun itu perbuatan melawan hukum mereka sudah berani melawan tuntutan warga.

Status yang menyebut media Jongos itu tersebar di sejumlah grup WhatsApp di Blora. Sontak membuat sejumlah wartawan yang membacanya geram dan mengecam Munandir.

Ketua PKN Blora Sukisman saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telpon mengatakan, bahwa itu adalah pernyataan pribadi anggotanya bukan atas nama PKN.

“Lha nek dia pasang status itu kan pribadi leh. Lha nek status itu, nek menyebut orgnanisasi kudune kan lewat, tapi kan karena dia mengakui, nek kulo kemropok pak, (saya emosi_red). ya sudah nek kamu tau ada dua oknum ke situ, itulah awalnya. Tapi kita buat damai saja mas,” ujarnya.

Usai konfirmasi dengan ketua PKN,sejumlah wartawan di Blora juga mendatangi Munandir untuk memastikan kebenaranya.

Munandir mengaku membuat status itu lantaran emosi sesaat karena kasus Tambang yang ia bela tidak kunjung selesai. Ia lalu meminta maaf kepada sejumlah wartawan yang mendatanginya.

“Maaf di balik kesalahan tulis ini karena emosi sesaat. Di Mendenrejo Kradenan ada kasus Tambang ilegal yang ditolak warga, lokasi di dekat pemukiman dan diduga dibekingi oknum LSM dan oknum Aparat. Misi PKN membantu kesulitan warga masyarakat,” ucapnya.

Dirinya pun meminta meminta maaf sebesar-besarnya atas statusnya yang katanya salah ketik itu. Ia tidak bermaksud untuk mendiskreditkan serta menyinggung teman-teman media.

“Assalamualaikum, selamat siang. Saya Nandir mohon maaf yang sebesar-besarnya atas status saya yang salah ketik. Dan saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan serta menyinggung teman-teman media. Karena tim saya PKN sangat membutuhkan sinergitas teman media. Sekali lagi saya pribadi mohon maaf dan ini sabagai pelajaran berharga buat saya. Saya tidak akan mengulangi lagi dan akan lebih berhati-hati dalam penulisan status. mohon permintaan maaf ini disampaikan teman media yang lain. Media tetap sahabat dan mitra karib PKN,” tuturnya. (Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *