dutapublik.com, PALEMBANG – Pengukuhan kepengurusan Karang Taruna Provinsi Sumsel masa bakti 2020-2025, dilaksanakan di Griya Agung, pada Sabtu (29/5).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Karang Taruna, Didik Mukrianto mengatakan, sejak pertama didirikan, Karang Taruna didedikasikan mengakomodir kalangan pemuda menjadi lebih bermanfaat.
“Kita berharap peran serta perhatian Pemerintah selalu mengiringi mereka dalam berkegiatan,” ujarnya.
Lebih lanjut Didik menuturkan, di masa pandemi Covid-19 ini, seluruh elemen masyarakat terdampak baik dari sisi sosial dan ekonomi.
“Saya ingin Karang Taruna ikut serta dalam mensosialisasikan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mari kita bersama sama mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meminta Karang Taruna menjadi organisasi solutif.
“Karang Taruna harus menjadi organisasi solutif. Berkontribusilah terhadap pembangunan Negeri khususnya Sumsel,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengharapkan, pengurus baru dapat menginventarisir permasalahan yang dialami pemuda.
“Menjadi anggota karang taruna itu sebuah kebanggaan. Jadi, sebelum menjalankan program kerja selanjutnya, pertama inventaris dulu skala internal. Anggota Karang Taruna ini saya minta dibuatkan KTA nya. Kemudian, buatlah konsolidasi untuk mengembangkan Karang Taruna ini agar lebih baik lagi,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Ketua Karang Taruna Provinsi Sumsel Yudha Novanza menuturkan, pada masa kepemimpinannya ini keanggotaan Karang Taruna Sumsel akan lebih terorganisir.
“Untuk keanggotaan sudah prioritas pusat daerah. Kita akan bekerjasama dengan stakeholder terkait misalnya pihak Perbankan. Kita carikan mereka Nasabah dan mereka membuatkan kita KTA atau kerjasama lainnya.”
“Untuk program kerja prioritas kita saat ini yaitu yang akan dijalankan, yaitu turut serta membantu Pemerintah mengatasi Covid-19. Kita akan membantu menggalakan sosialisasi prokes ke masyarakat serta menyukseskan program vaksinasi,” pungkasnya. (AVID/r)





