Khutbah Jum’at, Muhammad Wafir: Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Sudah Tiada

717

dutapublik.com, PONTIANAK – Hari Jum’at merupakan tuannya daripada hari-hari yang lain dan Sholat Jum’at adalah perintah wajib yang harus ditunaikan bagi umat Islam laki-laki yang berakal dan sudah baligh dan selaku Khotib serta Imam sholat Jum’at di Masjid Al-iman Jl Adisucipto Pontianak Kalimantan Barat, yaitu Muhammad Wafir.

Dalam Khutbahnya Muhammad wafir mengajak untuk selalu bertaqwa dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah secara universal baik nikmat iman Islam penglihatan pendengaran dan lain sebagainya.

“Walaupun terkadang kita melanggar larangannya tetapi Allah masih saja memberikan nikmatnya tanpa harus membayarnya,” ujarnya, pada Jumat (3/12).

Selain itu, Muhammad wafir menegaskan bahwa Allah memerintahkan kepada kita sebagai umat Islam untuk selalu berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya, menyayanginya, menghormatinya dan memuliakannya.

“Namun mirisnya masih ada orang-orang di luar sana baik terhadap orang lain lembut terhadap orang lain namun kasar terhadap orang tuanya,” imbuhnya.

Menurutnya, yang seharusnya apabila baik terhadap orang lain maka mesti lebih lenbut, lebih baik kepada orang tuanya.

“Sebab Rasulullah SAW mengatakan, Ridhonya Allah terletak pada Ridhonya orang tua, murkanya Allah terletak pada murkanya orang tua. Maka dari itu jangan sekali-kali membuat orang tuanya merasa kesal, sedih apalagi sampai menangis,” imbaunya.

Dikatakan Muhammad Wafir, Lalu bagaimana caranya seseorang berbakti kepada orang tuanya yang sudah meninggal dunia?

“Banyak-banyaklah bersodakoh untuk mereka, suatu hari Rasulullah SAW pernah menangis saat duduk-duduk bersama para sahabatnya. Kemudian Nabi menceritakan tentang keadaan orang-orang yang sudah meninggal dunia bahwasanya orang-orang yang berada di dalam kubur ada yang menangis ada yang tersenyum adapula yang berteriak-teriak memanggi-manggil Wahai anak-anak ku, wahai anak-anak ku kirimkanlah amal untuk ku.”

“Maka Nabi mengajarkan kepada kita kirimkanlah hadiah untuk mayit-mayitmu lalu para sahabat bertanya apa hadiahnya ya Rasulullah, Rasulullah SAW menjawab ada dua satu sodakoh dan yang ke dua ialah do’a,” tandasnya. (Adul)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *