dutapublik.com, MEMPAWAH – Muhammad Wafir pemuda yang biasa disapa dengan sebutan Wafir Ustaz Muda yang juga merupakan penulis buku dan sering aktif mengisi Khutbah Jum’at dikarenakan Khutbahnya yang menarik dan mudah dipahami sehingga biasa diminta untuk khutbah di Masjid-Masjid dari kampung sampai ke kota salah satunya di Masjid Al-Falah, Desa Semparong Parit Raden, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Jum’at (20/5).
Dalam Khutbahnya Muhammad wafir mengajak untuk selalu beribadah dan berbuat kebaikan Sebagai bersyukur kepada Allah SWT, mau berbuat baik dengan tenaganya, jabatannya ataupun lisannya, ungkap Wafir.
Selain itu Wafir juga mengingatkan bahwa sebagai muslim mungkin sering mendengar tetangga dan kerabat meninggal dunia, esok lusa Minggu depan bulan depan tahun depan mungkin salah diantaranya menyusul mereka. “Karena bagaimanapun hari itu pasti akan tiba walaupun seseorang tidak akan meninggal dunia sebelum semua rezekinya sudah diberikan semuanya oleh Allah SWT,” ujar Wafir dalam khutbahnya.
Dengan nada selaras Wafir sampaikan bahwa Rasulullah pernah ditanya oleh para sahabat, duhai Rasulullah bagaimana nasib orang-orang yang sudah tua kemudian ia menjadi pikun? Maka Rasulullah SAW menjawab berdasarkan Hadist Kudsi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan disampaikan oleh jalurnya Usman, bahwa Allah SWT berfirman: Barang siapa diantara hamba-hambaku, aku beri umur yang panjang hingga mencapai 40 tahun maka akan terhindar dari tiga penyakit 1. penyakit Gila 2. Penyakit kusta 3. Penyakit sopak.
Lalu Rasulullah Saw melanjutkan penjelasannya Hadist kudsi tersebut Barang siapa diantara hamba-hambaku kata Allah aku beri umur yang panjang sampai 50 tahun maka akan Allah hisab dengan hisab yang ringan dan barang siapa Allah beri umur panjang hingga 60 tahun maka akan Allah dorong hatinya untuk selalu bertobat kepada Allah SWT.
Kemudian Rasulullah Saw melanjutkan lagi atas penjelasan Hadits kudsi tersebut barang siapa diantara hambaku aku beri umur yang panjang hingga mencapai 70 tahun kata Allah maka akan dicintai oleh Malaikat.
Diriwayatkan bahwa tatkala Sayyidina Ali r.a pergi ke Masjid di depan Sayyidina Ali ada seorang Yahudi yang sudah tua, adabnya Sayyina Ali Ahlaknya Sayyidina Ali tidak mau melewati orang Yahudi tersebut padahal ia orang non muslim. “Maka dari itu patutlah kita menghormati dan memuliakan orang yang sudah sepuh,” ujar Wafir.
Lalu Rasulullah Saw melanjutkan kembali Barang siapa diantara hamba-hambakku, Allah beri umur yang panjang sampai 80 tahun maka Allah hanya melihat kebaikan-kebaikannya saja dan tutup mata atas keburukan-keburukannya sebab terkadang orang yang sudah berumur 80 tahun ia sudah mulai lupa-lupa.
Dan barangsiapa Allah panjangkan umurnya hingga mencapai 90 tahun maka Allah akan ampuni dosa-dosanya dan barang siapa diantara hamba-hambaku kata Allah diberikan umur yang panjang sampai 100 tahun maka kebaikan-kebaikan (ibadah) yang pernah ia lakukan di waktu masih muda ataupun sehat Allah catat kembali walaupun ia tidak pernah lakukanlah lagi.
“Subhanallah begitu baiknya Allah kepada kita sebagai Hambanya oleh dari itu mari kita gunakan kesempatan ini untuk melakukan kebaikan jangan sampai menyia-nyiakan umur muda kita sebab kebaikan yang kita lakukan adalah untuk kita sendiri begitupun sebaliknya apabila kita berbuat jahat maka seyogyanya kita telah dzolim terhadap diri kita sendiri Sebagaimana Allah memberi tahu kepada kita barang siapa yang berbuat keburukan maka ia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang pernah ia kerjakan,” pungkasnya. (Hamdani)


