Kodim 0728/Wonogiri Bangun Dua Jembatan Gantung Garuda di Sungai Keduang, Pulihkan Akses Warga

60

dutapublik.com, WONOGIRI – Derasnya aliran Sungai Keduang sempat menjadi penghalang aktivitas warga di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri. Kini, di atas sungai tersebut berdiri kokoh dua Jembatan Gantung Garuda hasil kerja keras prajurit Kodim 0728/Wonogiri bersama masyarakat. Kehadiran jembatan ini menjadi simbol bangkitnya harapan sekaligus pulihnya akses yang sebelumnya terputus.

Jembatan pertama sepanjang 140 meter dibangun untuk menghubungkan Dusun Bolak dan Dusun Pengkol di Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo.

Akses tersebut terputus akibat banjir bandang pada 15 Desember 2024, sehingga warga, petani, hingga anak-anak sekolah harus menghadapi berbagai keterbatasan.

Sebagian warga terpaksa berenang menyeberangi sungai, sementara lainnya harus memutar jauh demi melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Kondisi serupa juga dialami warga Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, yang hendak menuju Desa Selorejo.

Sebelum jembatan dibangun, masyarakat harus turun langsung melewati aliran sungai agar tidak menempuh jarak tambahan hingga empat kilometer.

Jalur tersebut setiap hari dilalui para petani untuk mengolah lahan, serta anak-anak sekolah yang berjuang menyeberangi sungai demi menggapai pendidikan.

Kini, kedua jembatan gantung masing-masing sepanjang 140 meter itu telah rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari penggalian lubang anchor, pembuatan rangka gapura, pemotongan palang galagar melintang, pekerjaan besi, hingga pemasangan seling, telah diselesaikan 100 persen.

Dengan tuntasnya proses konstruksi tersebut, akses yang dahulu penuh risiko kini berubah menjadi jalur yang aman dan layak. Jembatan ini memangkas waktu tempuh sekaligus menghadirkan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, dua Jembatan Gantung Garuda ini menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menjembatani setiap kesulitan. Di atas bentangan baja yang kokoh itu terpatri semangat gotong royong antara TNI dan rakyat, menghubungkan bukan hanya dua wilayah, tetapi juga menguatkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (Yasin Al Amin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *