Komitmen Pada Kemajuan PMII, Komisariat IAIN Cabang Kota Pontianak Gelar Pelatihan Kader Dasar

391

dutapublik.com, PONTIANAK – Pengurus Komisariat IAIN Kota Pontianak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Siantan, Jl. Parwasal Pondok Pesantren Al-anwar. Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dihadiri oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Anwar,KH Hasan asy’ari, Ketua Biro Kaderi PKC PMII Kalbar Sahabat Furqon, ketua PMII Cabang kota Pontianak Sahabat Surahman dan seluruh pengurus komisariat maupun rayon beserta kader PMII Se-Cabang Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) merupakan kegiatan formal dalam proses kaderisasi kedua di Organisasi PMII. Kegiatan ini digelar selama tiga hari sejak Kamis-Minggu (16-19 Feb 23) dengan mengusung tema “Transformasi Kader PMII Yang Kompetitif Dalam Merawat Nilai-Nilai Dasar Pergerakan di Era Society 5.0” yang diikuti oleh 41 peserta.

Di sela-sela Pembukaan acara yang di laksanakan pada malam Jumat tersebut juga Di selingi dengan pelantikan pengurus Komisariat IAIN Pontianak periode 2022-2023. Yang dilantik langsung oleh Ketua Cabang PMII Kota Pontianak (Sahabat Surahman) Sebagai bentuk pengukuhan kepengurusan, untuk menjalankan tugas selama masa kepengurusan nya.

“Eko Susanto sebagai ketua panitia menyampaikan dalam sambutan nya. Ini dilakukan tidak serta-merta hanya sebatas kegiatan yang formal akan tetapi ini merupakan hajat kita bersama bentuk pengabdian kita bersama sebagai kader PMII yang harus tetap melakukan kaderisasi untuk mempertahankan regenerasi”. Pungkasnya

“Dalam sambutannya Sahabat Surahman sebagai ketua PC PMII kota Pontianak, menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan oleh pengurus PMII baik tingkat Rayon maupun Komisariat sebagai bentuk aktif dan hidupnya roda kehidupan Organisasi. PMII juga merupakan organisasi kaderisasi yang harus terus mampu menciptakan regenerasi”

Masih kata Surahman, sebagai Organisasi yang besar tentunya pasti mencetak kader-kader yang besar pula, tapi bukan itu yang paling penting sebagai organisasi yang bercorak keislamannya sangat kuat yang berdasarkan pada ahlussunah walljamaah.

“Selain berilmu dan memiliki kecerdasan akademisi yang tinggi, Kader PMII juga harus mampu mengedepankan Etika dan Akhlak Karena seseorang dilihat hebat atau pun cerdas tidak hanya dari sudut pandang intelektual nya akan tetap yang menjadi nilai jual adalah etikanya,” ujarnya.

Sahabat Furqon ketua biro kaderisasi PKC PMII Kalbar akan terus memantau seluruh rangkaian kegiatan yang di Komisariat maupun Rayon sekalipun kegiatan yang berbasis kaderisasi. Karena dari sinilah mulai dibentuknya proses kader melalui PKD ini.

“Kedepan PMII harus bergerak lebih aktif lagi tak hanya melaksanakan proses kaderisasi akan tetapi ruang-ruang diskusi harus lebih di aktif kan kembali utamanya di PMII komisariat IAIN,” ucapnya.

Ketua Komisariat PMII IAIN Kota Pontianak Joko Nugraha mengatakan, Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman teknologi kader PMII harus lebih kreatif lagi agar mampu menyeimbangi pesatnya globalisasi. Juga Kader PMII harus aktif dan adaptif untuk terus mengawal perubahan dan menjadi bagian dari pada peradaban, karena kader PMII adalah harapan dari berbagai hal, tidak hanya sebagai harapan dan regenerasi organisasi saja, akan tetapi lebih luas nya untuk bangsa dan negara”

“Kedepannya saya berharap agar Kader PMII menjadi bagian terpenting dalam tubuh PMII sebagai regenerasi organisasi harus menjadi stakeholder gerakan untuk tetap terus menjadi bagian perubahan dan kemajuan organisasi. Karena letak barometer keberhasilan organisasi ada pada seluruh kader PMII dan tidak bertumpu pada kader-kader yang ada di dalam struktural saja sehingga kedepan kader-kader yang sudah mengikuti PKD dan sah menjadi kader PMII harus lebih aktif dan kreatif lagi untuk terus bergerak demi organisasi sebagai bentuk rasa cinta dan pengabdian terhadap organisasi,” tutup Joko.

Di tengah-tengah pembukaan kegiatan, ketua lembaga KH. Hasan Asyyari juga menuturkan bahwa hidup adalah perjalanan dari setiap proses yang dilalui maka dari itu berorganisasi itu perlu dan sangat penting. Karena dengan berorganisasi semuanya akan terorganisir. Organisasi tak hanya melatih menjadi kader yang tangguh serta pemimpin yang hebat lebih dari itu organisasi adalah merupakan tempat untuk mengubah sebagian dari kehidupan. Tentang bagaimana memanajemen waktu menghadapi ruang lingkup sosial baik itu kalangan masyarakat maupun pemerintahan dan hal yang sedemikian sudah di anjurkan dalam Al-Qur’an.

Masih kata Ketua Lembaga bahwa berorganisasi itu memang sangat perlu. Apalagi berproses di bagian rumah besar Nahdlatul Ulama yang kebermanfaatan sudah tidak di ragukan lagi.

“Sebagai kader PMII dan ke-NU-an Ini tempat untuk berproses mungkin iya bisa sukses tapi bisa saja tidak. Namun harus di pastikan siapapun yang berproses dengan sungguh tulus dan ikhlas maka pastikan bahwa barokah tidak akan putus dan akan mengalir terus,” pungkasnya. (Yusril).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *