Korban Investasi Bodong PT Mahkota Dan OSO Sekuritas Meminta Jokowi Copot Raja Sapta Oktohari Dari Jabatan Ketua KOI

1683

dutapublik.com, JAKARTA – Para korban PT Mahkota Properti Indo Permata meminta agar Presiden Jokowi melihat rasa keadilan dan mencopot Raja Sapta Oktohari dari jabatan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

“Bagaimana bisa seseorang yang 6 kali mangkir dari panggilan polisi, menjadi Ketua KOI. Selalu alasan sibuk kerjaan jadi tidak ada waktu untuk menghadiri panggilan Polisi. Bapak Presiden tolong dicopot dulu saja Raja Sapta Oktohari dari ketua KOI agar dia bisa ada waktu untuk taat undang-undang. Jangan sampai jadi polemik atau skandal negara yang memalukan reputasi Negara Indonesia, dimana seorang pejabat berlindung dibalik jabatannya untuk menghindari kasus hukum,” ujar Kuasa Hukum para korban investasi bodong yang juga Founder LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim.

Diketahui Raja Sapta Oktohari sudah 6 kali mangkir dalam tahap penyelidikan, dan sebagai mantan Dirut PT MPIP yang gagal bayar kurang lebih Rp6.7 Triliun, beberapa bulan setelah dia mengajak para investor memasukkan uang ke PT Mahkota dengan iming-iming Bunga dan Dividen.

Apalagi gaya hidup Raja Sapta yang gemar naik yacht dan Private Jet dipamerkan di media sosial mengusik rasa keadilan masyarakat terutama korban PT Mahkota yang saat ini hidup menderita kehilangan dana investasinya.

“Melihat gaya hidup Raja Sapta yang pamer kemewahan, jelas tidak mencerminkan perilaku Pejabat Negara yang etis. Apalagi kalau pejabat tersebut diduga mengemplang dana masyarakat 6 Triliun lebih,” ujar A salah satu korban gagal bayar.

Presiden Jokowi diharapkan memiliki hati dan melihat rasa keadilan masyarakat, dan mencopot pejabat negara yang menunjukkan gaya hidup hedon dan angkuh di sosmed sehingga mengusik rakyat yang saat pandemik ini sedang hidup prihatin. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *