dutapublik.com, KUNINGAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan kembali memetik hasil dari program ketahanan pangan melalui pemanfaatan Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Sebanyak kurang lebih 300 kilogram atau 3 kuintal jagung berhasil dipanen pada Senin (28/9).
Kegiatan panen yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Eries Sugianto, pejabat struktural, staf, serta peserta program magang di Lapas Kelas IIA Kuningan.
Panen jagung ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan SAE agar dapat memberikan manfaat sekaligus menghasilkan komoditas pertanian secara produktif dan berkelanjutan.
Proses panen tersebut merupakan hasil dari rangkaian kegiatan yang dimulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman secara rutin. Hasil panen sekitar 300 kilogram menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus pemanfaatan lahan secara optimal.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Kuningan dalam mengembangkan lahan SAE menjadi area yang produktif dan berkelanjutan.
“Dari proses menanam hingga panen, kita melihat bahwa lahan SAE memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan. Hasil hari ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan pengelolaan dan produktivitas lahan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujar Eries.
Eries menambahkan, kegiatan ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kegiatan produktif dan pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, Staf Giatja Lapas Kelas IIA Kuningan, Nono Suhartono, menjelaskan bahwa jagung yang dipanen merupakan hasil dari proses budidaya dan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin.
“Alhamdulillah, hari ini hasil panen mencapai kurang lebih 300 kilogram. Ini merupakan hasil dari proses yang dimulai dari persiapan lahan, penanaman, sampai dengan perawatan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pemeliharaan agar hasil panen berikutnya bisa lebih optimal,” ungkap Nono.
Menurut Nono, pengelolaan lahan SAE akan terus dikembangkan dengan menyesuaikan potensi lahan dan komoditas yang dapat dibudidayakan. Dengan demikian, kegiatan pertanian diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar.
Kegiatan panen jagung berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan, sekaligus pengembangan kegiatan produktif dan pembinaan kemandirian.
Dari tanah yang ditanam, dirawat, dan dijaga, lahirlah hasil yang dapat dipanen. Dari tanah hingga panen, Lapas Kuningan terus menumbuhkan produktivitas untuk mendukung ketahanan pangan.
(Haryudi)






