dutapublik.com, MEMPAWAH – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat dan Penyuluh Agama beserta staf melestarikan Budaya Robo-Robo dengan menggelar Doa bersama, pada Rabu (6/10).
Dilansir dari Wikipedea, Robo-Robo merupakan upacara Tolak Bala yang dilakukan masyarakat Kota Mempawah dalam setiap tahunnya. Upacara ini digelar pada hari Rabu pekan terakhir di bulan Safar penanggalan tahun Hijriyah.
Robo-Robo merupakan aset budaya Kabupaten Mempawah dan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 27 Oktober 2016 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan sejak saat itu masuk dalam kalender Wisata Nasional dan menjadi agenda Wisata Budaya dalam setiap tahunnya.
Bagi masyarakat Mempawah, acara Robo-Robo merupakan sebuah Budaya yang sangat sakral. Sehingga ketika sampai pada waktunya masyarakat Mempawah sangat antusias dalam melaksanakan Doa Tolak Bala tersebut.
Termasuk Kepala KUA Sungai Pinyuh beserta Staf, Mahasiswa STAI Mempawah dan Siswi SMK Negeri 1 Mempawah yang sedang melaksanakan PPL (Peraktek Pengalaman Lapangan bagi Mahasiswa STAIM) dan PKL (Peraktek Kerja Lapangan bagi siswa SMKN) yang juga ikut merayakan di Kantor KUA Sungai Pinyuh, tempat di mana mereka melaksanakan tugas dari Kampus dan Sekolah mereka.
Kepala KUA Kecamatan Sungai Pinyuh Drs. Mustamin menyampaikan harapannya pada acara Robo-Robo tersebut.
“Untuk regenerasi muda mempawah agar dapat mencintai budaya lokal yang ada di Kabupaten kita, salah satunya Robo-Robo. Dengan adanya Robo dapat sekiranya dapat meningkatkan semangat kita sebagai masyarakat Mempawah dalam mencintai Budaya kita ini.”
“Selain itu, kita juga harus memahami falsafah dari budaya tersebut, karena setiap ritual yang ada dalam budaya itu ada maksud dan tujuannya termasuk dalam Robo-robo,” ujarnya.
Smenetara, Fathul Qorib, sebagai Mahasiswa STAI Mempawah mengajak para pelajar dan pemuda untuk menjaga Budaya Robo-robo.
“Robo-Robo merupakan aset Kabupaten Mempawah dan termasuk bagian dari identitas daerah kita. Maka, mari kita sebagai pemuda Kabupaten Mempawah untuk menjaga dan melestarikan budaya kita ini.”
“Jangan sampai budaya ini kalah dengan perkembangan zaman maka sebagai regenerasi mempawah penting sekali mengetahui tentang budaya Robo-Robo ini agar tetap bisa dilestarikan dari masa kemasa,” imbaunya.
Dikesempatan yang sama, Shinta, Siswi SMK Negeri Mempawah Hilir, merasa bersyukur karena masih bisa merayakan Robo-Rbo pada tahun sekarang.
“Alhamdulillah walaupun dengan cara yang sederhana tapi tetap bersyukur bisa berperan ikut andil dalam melestarikan Budaya Daerah tercinta ini. Semoga kita semua diberikan keselamatan oleh Allah SWT. sehingga dapat selamat dari Bala. Aamiin,” ucapnya. (Pathol Kurib)





