dutapublik.com, KUBU RAYA – Usai Konferensi Cabang ke-VII (Tujuh) beberapa waktu lalu, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kubu Raya, kini menggelar Ngaji Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (21/3) malam.
Kegiatan Ngaji perdana itu dihadiri oleh seluruh Pengurus PC IPNU Kabupaten Kubu Raya dan PC IPPNU Kabupaten Kubu Raya.
Ketua PC IPNU Kubu Raya Abdusshamad mengatakan, tujuan dilakukan Ngaji Kitab Risalah Ahlussunah Wal Jamaah Karya KH Hasyim Asy’ari itu sebagai sarana kader untuk belajar, supaya lebih mengetahui dan tetap berada di haluan Ahlussunah Wal Jamaah di tengah maraknya Islam Radikal yang banyak mulai menyusup kalangan pelajar.
“Saya harap kajian ini bukan hanya didengarkan namun juga diamalkan oleh rekan-rekan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Ketua PC IPNU yang kerap disapa RAS itu.
Saat ini, kata RAS, serangan Akidah Aswaja dari kelompok lain sedang gencar dilakukan hingga masuk ke lembaga pendidikan formal. IPNU harus memberikan pembekalan yang cukup seputar Amaliah Aswaja. Dengan cara seperti ini, Ia berharap kader-kader muda NU tetap kokoh dan teguh untuk tetap bersama ulama NU.
“Serangan dari pihak luar cukup masif dilakukan dan kita berupaya melakukan proteksi agar kader muda NU tidak terpengaruh sama sekali,” ungkapnya.
Kegiatan Ngaji dimulai dan dipimpin langsung oleh Ketua yayasan Al ikhsan Ponpes Darun Nasyiin sekaligus Pembina PC IPNU Kubu Raya Gus Ainun Najib, M.Ag.
Dalam kajiannya, Gus Ainun Najib mengungkapkan, bahwa amat sangat penting bagi IPNU maupun IPPNU sebagai kader NU mempelajari Kitab Risalah Ahlussunnah Waljamaah ini.
“Karena selain kitab tersebut merupakan karangan dari Pendiri NU yakni Hadratus syaikh KH. Hasyim Asy’ary, kitab ini merupakan pedoman dalam menjalankan Amaliah-Amaliah Aswaja dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh rekan Atho’ilah selaku ketua PAC IPNU Kecamatan Sungai Kakap. (Sofiyeh)





