dutapublik.com, SALATIGA – Susahnya 3 tahun awal di Negeri Jepang yaitu melakukan pekerjaan diluar kompetensi ketika kerja di tanah air, perlu penyesuaian yang cukup signifikan terutama tentang scheduling, pola kerja dan mental dalam bekerja. Lalu senangnya ketika mendapatkan gaji yang bisa 10-20 kali lipat gaji temen-temen kuliahan di tanah air, sehingga bisa mengumrohkan dan menghajikan orangtua lebih cepat daripada teman yang seangkatan.
Susah senang 6 tahun berikutnya di Jepang yaitu susahnya ketika harus menyesuaikan jam bisnis sambil mengurus anak, karena kondisi istri juga kerja tetap di Rumah Sakit.

Iman Abdul Rahman Saat Bekerja Di Jepang
Senangnya ketika bisa menabung banyak asset dan menyusun bisnis demi masa depan lebih cepat daripada teman-teman lainnya. Itulah sepenggal kisah Iman Abdul Rahman, Pimpinan sekaligus Owner di LPK SERBAINDO yang beralamat di Jalan Tentara Pelajar No. 04, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah saat diwawancarai oleh awak media dutapublik.com.
Selanjutnya ia memberikan motivasi dan pesan kepada anak-anak yang sedang berada di LPK tersebut yaitu antara lain;
– Tiada Kesuksesan Tanpa Perjuangan
– Tiada Kebebasan Tanpa Kemandirian
– Tiada Prestasi Tanpa Disiplin Diri
– Tiada Amanah Tanpa Memantaskan Diri
Oleh karenanya, harus senantiasa Disiplin, Fokus dan Mendekatkan dengan Sang Pencipta agar semuanya lancar. (Ysn)


