dutapublik.com, MADINA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Muda Mandailing Natal (BMM) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mandailing Natal, Senin, 7 Juli 2024. Aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya, dengan fokus pada buruknya pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Banggua, Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat.
Dalam orasinya, Ketua BMM Mandailing Natal, Ahmad Rinaldi, menyampaikan bahwa kondisi TPA saat ini sangat memprihatinkan. Sampah dibiarkan menumpuk dan mengeluarkan bau menyengat, bahkan ditemukan limbah medis di sekitar permukiman warga.
“Kami sangat miris melihat TPA Batang Gadis yang seolah tidak terurus. DLH Madina tidak mampu menangani persoalan sampah ini. Pemerintah daerah harus segera mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di sana,” tegas Rinaldi.
Massa aksi menilai kegagalan DLH dalam mengelola lingkungan telah berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Mereka pun mendesak Bupati Mandailing Natal agar segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Koordinator aksi, Alfa, menyatakan kekecewaannya karena Kepala Dinas Lingkungan Hidup tidak hadir untuk menerima aspirasi mereka.
“Ini aksi jilid dua, tetapi Kepala DLH tetap tidak menunjukkan itikad baik untuk hadir. Ini bentuk ketidakpedulian terhadap persoalan lingkungan yang nyata di depan mata,” ujar Alfa.
Dalam pernyataan sikapnya, massa BMM menyampaikan delapan poin tuntutan. Di antaranya:
1. Menuntut solusi konkret dalam pengelolaan TPA Banggua.
2. Menggelar audit terhadap anggaran DLH, khususnya pengadaan mesin pengolah sampah.
3. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DLH.
4. Penonaktifan Kepala DLH yang dinilai tidak profesional.
5. Perbaikan sistem pengawasan lingkungan.
6. Peningkatan transparansi anggaran.
7. Penataan ulang sistem kerja internal DLH.
8. Penataan Taman Kota Panyabungan yang dinilai tidak berjalan maksimal.
“Jika tuntutan ini tidak digubris, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tutup Rinaldi.
Permasalahan sampah di Mandailing Natal telah lama menjadi sorotan publik. Kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan lemahnya pengawasan memperparah kondisi lingkungan, terutama di kawasan TPA Banggua.
(S.N)


