Makan Banyak Korban Jiwa, Isu Santet Warnai Sengitnya Pilkades Serentak 2021, LSM Ikapud Nusantara : Pemkab Karawang Harus Lakukan Evaluasi

1331

dutapublik.com – KARAWANG Perhelatan Pilkades serentak 2021 yang proses pelaksanaannya dimulai sejak tahun 2020 lalu dirasa sangat sengit dan sarat akan persaingan politik sehat maupun kotor hingga isu santet. Tak sedikit para peserta Pilkades terganggu baik fisik maupun mental akibat sengitnya kontestasi politik ini.

Entah kebetulan atau tidak, para Balon Kades, Calon Kades maupun Kades Terpilih hingga Kades yang baru dilantik harus kehilangan nyawanya. Mau tidak mau suka tidak suka, kaitan dengan kontestasi Pilkades menjadi bagian tak terpisahkan dalam musibah diatas.

Menurut Kepala Bidang Investigasi DPP LSM Ikapud (Ikatan Putra Daerah) Nusantara, Asep Tatang Suryadi Obet menilai walaupun meninggalnya para kontestan Pilkades adalah takdir Allah SWT namun ia menilai ada sesuatu yang salah dalam proses penyeleksian para kontestan Pilkades.

Tatang menilai karena panitia Pilkades dari tingkat desa hingga kabupaten teledor dalam seleksi kesehatan para calon kades, sehingga hal ini meningkatkan kemungkinan para calon kades meninggal dunia.

“Kalau panitia bisa tegas, para calon kades yang dianggap kurang prima dalam kesehatannya bisa dianulir karena ketika diluluskan dan bertarung dalam pilkades secara otomatis bisa mengurangi tingkat kesehatannya dan berpotensi meningkatkan kemungkinan meninggal dunia,” ucapnya.

Masih kata Tatang, rentetan meninggalnya para kontestan pilkades dan pejabat yang ikut serta dalam pelaksanaaan pilkades merupakan yang pertamakali di Karawang sepanjang sejarah Pilkades. Ia mendesak Pemkab Karawang melakukan evaluasi agar di pelalsanaan Pilkades mendatang tidak terjadi kejadian memilukan seperti ini sama seperti saat Pemilu serentak 2019 lalu yang menewaskan ratusan penyelenggara Pemilu.

“Pilkades serentak 2021 lalu diwarnai anomali, dimana terjadi rentetan tewasnya para kontestan Pilkades sama seperti anomali tewasnya ratusan penyelenggara pemilu pada Pemilu 2019 lalu. Perlu evaluasi lebih lanjut dari Pemkab Karawang atas musibah ini,” tegasnya.

Tatang yang pernah jadi kontestan Pilkades serentak 2021 juga tidak menampik akan adanya hal-hal mistis terkait isu teluh atau santet yang bisa mengambil nyawa seseorang. Namun ia tidak mau berbicara lebih jauh terkait hal ini karena sulit dibuktikan dan tidak ada hukum yang bisa menjerat pelaku santet hingga saat ini.

Salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan bahwa Pilkades memang sarat hal mistis hingga santet menyantet bukan barang baru dalam Pilkades. Namun ia sebagai salah satu warga yang ikut aktif mendukung salah satu Calon Kades di Karawang ini mengaku tidak mau terlalu blak-balakan dalam masalah santet ini.

“Disebut ada santet itu ada dan lumrah dalam Pilkades, tapi susah dibuktikan karena hanya orang tertentu saja yang mengetahui dan merasakan adanya santet,” jelasnya. (Uya)

Berikut adalah rentetan meninggalnya para Bakal Calon, Calon, Calon Terpilih hingga Kades terlantik Hasil Pilkades serentak 2021 ;

1. Johansyah Kades Pasirawi/incumbent meninggal 5 November 2020
2. Syajanur Kades Karyabhakti/incumbent meninggal 20 November 2020
3. H. Agus Mulyana Kepala DPMD Karawang meninggal 18 Januari 2021
4. Rakim Heri Susanto Bakal Calon Kades Rawagempol Kulon meninggal 26 Februari 2021
5. H. Agus Subhan Kades Gempol meninggal 11 Maret 2021
6. Indra Jaya Calon Kades Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur meninggal 1 Maret 2021
7. Endang Sugiarto Kades Cikalongsari/incumbent meninggal 7 Maret 2021
8. Ahmad Ucu Kades terpilih Cadaskertajaya meninggal 8 April 2021
9. Jilun Sadewa Kades Pancakarya/baru 1 hari dilantik meninggal 24 April 2021




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *