Mandegnya Dugaan Kasus Buldozer, Asep Saeful Anwar Tuding Pihak Kajari Ada Main Mata

595

dutapublik.com, Bekasi – Mandegnya dugaan kasus Mega Proyek pengadaan alat berat bulldozer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menyedot Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 sebesar Rp8,4 miliar pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang sedang diusut Kejari Kabupaten Bekasi tokoh pemuda menuding ada main mata, Kamis (19/8).

Diungkapkan Asep Saeful Anwar terkait Mega Proyek pengadaan Buldozer pada Dinas DLHK yang menyedot anggaran puluhan milyar dari APBD 2019, ia menuding dibalik kasus tersebut terdapat sebuah kejanggalan, lantaran kasus tersebut hingga saat ini tidak terungkap

“Saya berasumsi jangan-jangan ada sesuatu ini sama Penegak Hukum,” ujar Asep Saeful Anwar tokoh pemuda Kabupaten Bekasi dengan penuh kecurigaan .

Dirinya membeberkan sebelumnya telah ditegaskan oleh Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Barkah Dwi Hatmoko, kepada wartawan pada Senin (21/6) 2021. sampai pemeriksaan kepada pihak terkait bahkan dalam waktu dekat ini persoalan kasus tersebut dipastikan naik ke meja hijau.

“Kita pastikan tahun ini naik ke meja hijau,” kata Asep Saeful Anwar seraya menirukan ucapan Barkah Dwi Hatmoko Kepala Seksi Pidana Khusus (KASIPIDSUS).

Lanjut ia, dalam waktu dekat ini akan melakukan Demonstrasi bersama kawan pemuda Kabupaten Bekasi ke gedung berlambangkan pedang padi dan kapas dengan Selokanya Satya Adhi Wicaksana. 

“Saya merasa terpanggil dengan adanya kejanggalan kasus pengadaan Mega Proyek buldozer yang sampai saat ini belum ada yang dijadikan tersangka oleh kejari Cikarang,” Tegas Asep Saeful Anwar mengakhiri keterangannya. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *