dutapublik.com, MEMPAWAH- Mayehri warga Sungai Pinyuh alami pemukulan. Peristiwa tersebut dialami Mayehri alias Heri sedang berjualan di pasar ikan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah (4/12).
Tindakan pemukulan itu berawal dari pernyataan si pelaku Asmadi warga Desa Sungai Bakau Kecil kepada istri Mayehri (Heri) saat sedang berjualan ikan.
Lalu Asmadi yang juga turut berdampingan berjualan ikan tersebut secara spontan mengatakan kata-kata yang kurang pantas kepada istri Mayehri.
“Dia itu sama jualan ikan juga berdampingan dengan tempat jualan suami saya sedangkan posisi saya pada saat itu ingin mengambil ikan untuk dimasak di rumah, lalu tiba-tiba dia mengatakan “kau kenape ni mukanya masam kurang anuk ke apee ni” (Read Melayu) lalu saya jawab lah “kau ni ngolok-ngolok orang lagi sakit gigi” (read Melayu) setelah dia berbicara seperti lalu saya pulang,” ungkap Dais istri Mayehri kepada wartawan duta publik.com.
“Lalu setelah istri saya pulang, Asmadi ini tiba-tiba berbicara kotor tentang rumah tangga saya dia mengatakan kepada saya bahwa saya kurang memuaskan istri saya dalam hubungan intim dan saya di suruh untuk memuaskannya agar pembawaan istri saya tidak cemberut lagi, tentu dengan adanya hal tersebut saya tidak terima dan merasa kehidupan rumah tangga saya dilecehkan dengan bahasa kotor tersebut. Saking kesalnya lalu saya membanting gelas air minum yang saya pegang ke tanah dan tiba-tiba dia langsung menonjok saya sampai saya jatuh tersungkur ke kursi,” lanjut Mayehri.
Akibat pemukulan tersebut mengakibatkan Mayehri mengalami lebam di bagian wajah sebelah kiri.
Di kesempatan yang sama Abdul Muthalib adik dari Mayehri meminta pihak kepolisian agar pemukulan yang dialami oleh kakaknya tersebut di proses.
“Kasus pemukulan ini sudah dilaporkan ke Polsek Sungai Pinyuh dan saya mendampingi tadi di kantor polisi, maka saya berharap dan meminta kepada pihak kepolisian untuk memperoses pelaku ini sesuai dengan undang-undang yang ada, intinya saya minta kakak saya mendapatkan keadilan,” pungkasnya. (Pathol).


