dutapublik.com, BANDUNG BARAT – Lagi dan lagi, kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus rekrutmen PMI (Pekerja Migran Indonesia) ilegal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Kini, Nia Maelani, wanita asal Kabupaten Bandung Barat berusia 20 tahun hampir saja terjerumus dalam jebakan dan bujuk rayu oknum agensi berinisial AMN.
Beruntung, Nia Maelani yang berpotensi menjadi PMI Ilegal di negara Tempatan berhasil diselamatkan oleh para aktivis pekerja migran yang peduli akan nasib sesama anak bangsa.
Usai diselamatkan dari jeratan perdagangan orang, Nia Maelani mengakui bahwa ia awalnya terkena bujuk rayu oknum agensi berinisial AMN, dengan rayuan maut akan digaji 1200 riyal jika mau bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi.
“Saya awalnya dirayu untuk bekerja sebagai pembantu di Arab Saudi oleh Pak AMN dan diiming-imingi gaji sebesar 1200 riyal setelah saya bertanya kepada yang ngerti hukum dijelaskan bahwa itu (kerja ke Arab Saudi) adalah jalur ilegal,” ujar Nia Maelani, Senin (3/4).
Sesuai pengakuan Nia, bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mengikuti medical cek up (MCU) selayaknya syarat untuk bekerja ke luar negeri.
Selain itu pembuatan paspor dilakukan di Kantor Imigrasi Depok dan diarahkan oleh AMN jika ditanya petugas imigrasi alasan membuat paspor untuk jalan-jalan ke Malaysia.
Merasa dirinya dan keluarganya terus diteror oleh AMN, Nia Maelani mengaju sudah menyiapkan advokat untuk menggugat AMN baik secara pidana maupun perdata.
“Saya pastikan akan membuat tuntutan secara pidana dan perdata terhadap AMN, pasalnya saya merasa ditipu AMN karena diproses secara ilegal,” tegasnya.
Sementara itu AMN saat dikonfirmasi dutapublik.com via pesan WhatsApp, Senin (3/4) membantah telah melakukan penjualan orang dengan modus rekrutmen PMI ke negara Timur Tengah. Namun ia mengakui bahwa dirinya adalah orang yang memproses Nia Maelani.
“Kalau memang bapak tau hukum saya layani, kalau memang bapak dewasa pikirannya. Yang jual orang itu siapa saya atau gimana kan, saya hanya orang proses. Bapak mau ngajak becanda atau main-main ya dengan saya ya. Saya orangnya ber-uang pak gak kayak bapak miskin gemuk,” jawab AMN.
AMN juga mempersilahkan kepada awak media dutapublik.com untuk mempublikasikan masalah ini. Tak lupa AMN juga mengancam keluarga wartawan dutapublik.com akan ada yang akan meninggal jika nekat mempublikasikan masalah ini.
“Publikasikan aja pak tidak apa-apa barangkali anak istri bapak atau orang tua bapak ada yang meninggal jangan main-main dengan saya ya,” pungkas AMN. (Rahmat)





