dutapublik.com, MAJALENGKA – Berawal dari keprihatinannya sekitar tahun 2019, dengan banyaknya tumpukan sampah di sekitar Bantaran Sungai Ciputri. Diding menggandeng para Pemuda Desa Rajagaluh Kidul Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka, membentuk Kelompok Masyarakat Peduli Sosial Sungai dan Sampah (MPSSS), yang dibentuk dari para Pemuda yang benar-benar peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dengan terbentuknya Kelompok tersebut, Diding dan para Pemuda setempat yang tergabung dalam MPSSS, berhasil menjadikan Bantaran Sungai Ciputri menjadi destinasi Wisata Alam yang ramah lingkungan dan bisa dirasakan manfaatnya khususnya untuk masyarakat sekitar.
Destinasi Wisata Alam bernama Arya Kiban tersebut, saat ini sudah resmi mengantongi perizinan dari beberapa pihak terkait, diantaranya dari Dinas PSDA dan Dinas Pariwisata Kabupaten dan Provinsi. Pihak-pihak terkait tersebut sangat Antusias menyambut baik Program tersebut.
Kurang lebih 2 tahun, Obyek Wisata Arya Kiban sudah berjalan dan berkembang hingga saat ini. Manfaat yang dirasakan begitu luar biasa, diantaranya bisa meningkatkan Perekonomian masyarakat setempat dengan usaha dagang di sekitar Objek Wisata.
Pendapatan dari hasil Tiket Masuk sebesar Rp. 7.000/orang, bisa membantu permodalan para pengusaha UMKM dan sebagian oleh MPSSS diberikan kepada Fakir Miskin dan Anak Yatim Piatu.
Diding menuturkan kepada awak media dutapublik.com, pada Minggu (30/5), dirinya berharap kepada Pemerintahan Desa Rajagaluh Kidul, khususnya kepada Kuwu yang sekarang menjabat, agar untuk ikut serta membantu mengembangkan Obyek Wisata Arya Kiban dan bersinergi dengan Kelompok MPSSS.
“Jangan seperti Kuwu yang sebelumnya pernah memimpin, kurang begitu mendukung program kami. InsyaAllah kelompok kami akan terus berkarya bukan sekedar di sektor Pariwisata, kami juga ingin membentuk sistem Penanggulangan Sampah terpadu, dengan cara Membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yaitu Sistem Pengelohan Sampah Terarah dan Sistem Pengelohan Sampah Terpisah antara Sampah Organik dan Non Organik,” paparnya. (Suhartono)





