Mudi Mandor Pelaksana Pembangunan Drainase Desa Jayakerta Bantah Pekerjaannya Amburadul

538

dutapublik.com, KARAWANG – Proyek pembangunaan turap saluran (Drainase) di Dusun Krajan B RT 05/02 Desa Jayakerta Kecamatan Jayakerta, dibantah oleh pelaksana proyek sebagai pekerjaan amburadul.

Papan Informasi Proyek Dari CV Multi Karya Wiguna

Pasalnya, saat awak media dutapublik.com mengkonfirmasi terkait adanya pekerjaan Drainase di Dusun Krajan B Desa Jayakerta, Mudi selaku mandor pelaksana proyek dilokasi mengatakan bahwa pada hari Jumat lalu di lokasi proyek sempet banjir habis hujan, dan pekerja tukang pasang batu berikut tukang aduk diliburkan, sementara ada yang kerja yaitu kuli, untuk merapihkan gundukan pasir yang mengganggu jalan.

“Kalau dibilang proyek drainase di Desa Jayakerta amburadul saya rasa itu tidak benar, dan di berita menyebutkan volume turap itu kurang, kan lokasi untuk pemasangan batu kali sudah habis sama beton jalan yang mengakibatkan penyempitan, kami selaku pekerja bisa saja mengikuti spesifikasi tapi nantinya area saluran air akan menyempit, sebelah jalan umum dan lahan warga, tidak mau ambil resiko, lantas siapa yang mau ganti rugi kalau lahan warga termakan proyek pembangunan drainase tersebut,” ujar Mudi kepada dutapublik.com, Minggu, (26/9).

Kemudian kata Mudi, untuk mengantisipasi jangan sampai terjadinya penyempitan saluran drainase yang akhirnya terjadi banjir di saat musim penghujan, ia mengerjakan apa adanya sesuai kondisi medan di lokasi, dan juga menambahkan volume 30 meter kubik untuk melengkapi kondisi keadaan di lokasi akibat penyempitan area pembangunan drainase supaya maksimal dan sesuai arahan dinas.

Menurut Mudi pekerjaan belum selesai masih tahap pekerjaan, belum diplester, namun tetap menyesuaikan RAB dan nanti ada evaluasi dari pihak dinas PUPR tinggal menghitung berapa volume yang harus dikerjakan sesuai petunjuk dinas PUPR pada waktunya.

Terpisah, H. Dedi selaku pemilik CV Multi Karya Wiguna menjelaskan, di setiap pelaksanaan proyek yang dikerjakan, ia selalu mengintruksikan kepada pekerja agar proyek dikerjakan dengan baik dan serapih mungkin.

“Adapun hal-hal kurang volume dan banyak air saya rasa semua sarana dan prasarana sudah saya siapkan dengan lengkap, sementara pesoalan pekerjaan pada hari Jumat libur karena memang rutin diliburkan baik dari tukang pasang batu dan tukang adukan,” ucap H. Dedi.

H. Dedi berujar agar persoalan pekerjaan drainase yang ada di Desa Jayakerta bisa dimaklum, karena kondisi lokasi pekerjaan ada penyempitan.

“Sekali lagi, saya sudah mengintruksikan kepada mandor dan pekerja di lokasi, bekerjalah sebaik mungkin, dan terima kasih kepada rekan media yang sudah memberitakan pekerjaan proyek kami semoga menjadi bahan evaluasi kami,” pungkasnya. (Bunsal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *