Nasib PMI (6): Sang Majikan Biadab Siksa PMI Hamil

910

dutapublik.com, CIANJUR – Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja ke negara tempatan Saudi Arabia kini menimpa warga Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Mirisnya lagi, korban TPPO tersebut dalam kondisi hamil 4 bulan dan kini PMI malang itu juga mendapat perlakuan tidak manusiawi dari sang Majikan.
 
Melihayati binti Aman Ana, Security cantik beranak dua itu, awalnya tergiur dengan rayuan maut sang Sponsor yang menjanjikan suatu pekerjaan dengan gaji besar di Saudi Arabia.

Meli rela meninggalkan pekerjaannya di Indonesia demi merubah kehidupan mengadu nasib jadi Pekerja Migran Indonesia dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dengan mengais Riyal di negeri Pusat Peradaban Dunia tersebut.

Namun nasib berkata lain, dua bulan sejak keberangkatan Pahlawan Devisa itu ke negara Tempatan Saudi Arabia, bukan pekerjaan layak yang dia dapatkan.

Meli hanyalah menjadi seorang Pembantu rumah tangga dengan  kerja hampir 24 jam, cacian dan makian juga tindak kekerasan dari majikan selalu dia dapatkan.

Tubuh penuh luka sampai hidung berdarah sering Meli alami dan mirisnya, Wanita yang sering ditinggal suaminya ke luar kota karena menjadi supir salah satu perusahaan itu, kini dalam kondisi hamil.

Ketika awak media dutapublik.com mewawancarai Ibu Kandung Meli, bernama Nani (52), Ia menceritakan awal mula anaknya tersebut nekat untuk kerja ke Saudi Arabia karena  tergiur bujuk rayu Sponsor.

Nani berharap semua yang terkait dengan pemberangkatan Meli juga Pemerintah untuk bisa membantu kepulangan anak tercintanya kembali ke Indonesia.

“Maunya kalau bisa mah pulang aja, mau dipulangin lah pokoknya, asalnya sehat mau sehat lagi. Tidak seperti sekarang kelihatan mukanya memar segala disiksa di sananya. Mau pulang pokonya mah,” ujarnya, pada Rabu (1/12).

Hal senada juga dikatakan Lulu Nurlaila (46), yang merupakan Ibu Mertua dari PMI malang itu,  mengharap dengan tegas agar Sponsor juga Pemerintah segera membantu pemulangan Menantunya tersebut.

“Awal sehat, harus kembali sehat. Tidak mau ada alasan apapun, saya minta dipulangkan anak saya yang bernama Melihayati dan untuk pihak PT tolong dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara itu Agency yang berada di Saudi Arabia ketika dihubungi melalui media WhatsApp membenarkan adanya penyiksaan terhadap Melihayati binti aman Ana.

Namun sayang pihak Agency bukannya akan memulangkan Pahlawan Devisa tersebut, melainkan mereka mengatakan akan mengganti Majikan yang lebih baik.

Yang tidak masuk akalnya lagi, pihak Sponsor atau Perekrut yang berada di Indonesia pun juga malah minta ganti-rugi puluhan juta rupiah kepada keluarga PMI, jika Melihayati tidak mau berangkat ke Saudi Arabia dan jika Melihayati ingin pulang ke Indonesia.

Padahal, menurut pengakuan Nurlaila, bahwa Melihayati diberangkatkan sudah dalam kondisi hamil dan tidak dilakukan medical checkup oleh pihak pemroses PMI. (Robet Rohidin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *