dutapublik.com, JAKARTA – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin menegaskan bahwa insan Adhyaksa memiliki panggilan moral untuk menegakkan keadilan secara profesional, berintegritas, dan tanpa diskriminasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Warga Kristiani Kejaksaan Agung Tahun 2025, Sabtu (13/12/2025).
Perayaan Natal yang digelar di Sasana Adhika Karya, Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI itu mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang bersumber dari Injil Matius 1:21–24. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh sejumlah Kejaksaan Tinggi (Kejati) di berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa subtema Natal 2025, yakni “Melalui Semangat Natal 2025, Warga Kristiani Kejaksaan RI Menjadi Role Model Transparansi Kejaksaan yang Berkeadilan, Humanis, Akuntabel dan Modern Menuju Indonesia Emas 2045”, selaras dengan arah kebijakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan Tahun 2025.
“Substansi dari subtema ini sangat universal, karena semua agama mengajarkan untuk senantiasa menegakkan keadilan bagi semua umat. Dalam konteks ini, insan Adhyaksa terpanggil untuk menjaga integritas dan profesionalisme agar setiap keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan keadilan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar ST Burhanuddin.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai Natal seperti cinta kasih, kedamaian dan keselamatan harus menjadi landasan dalam kehidupan pribadi maupun institusi. Jaksa Agung juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai tempat tumbuhnya nilai pengorbanan, kasih sayang serta semangat melayani.
“Semangat inilah yang dapat menjadi fondasi kokoh untuk membangun lembaga yang lebih kuat serta berkontribusi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung memberikan apresiasi kepada Panitia Natal Kejaksaan Agung yang telah menginisiasi penggalangan donasi sukarela dari keluarga besar Kejaksaan RI untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Aksi nyata ini merupakan wujud humanisme dan empati yang sungguh mulia,” tuturnya.
Mengakhiri sambutan, Jaksa Agung mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa dan negara.
“Selamat Hari Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026. Kiranya umat Kristiani Kejaksaan semakin penuh berkah dan kebahagiaan serta damai sejahtera dan sukacita Natal senantiasa menyertai”, ucapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) Baren Antoni Siagian, menilai perayaan Natal Kejaksaan Agung memiliki makna strategis dalam memperkuat peran kepala keluarga di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, kondisi perekonomian yang semakin sulit maraknya konten negatif di dunia maya serta pergaulan bebas berpotensi melemahkan komunikasi dalam keluarga.
“Banyak konten media sosial yang menyajikan informasi hoaks sehingga keutuhan keluarga mulai terlupakan. Semua sibuk dengan dunianya sendiri. Melalui perayaan Natal bersama di Kejaksaan, kita diingatkan untuk menjadi panutan bagi anak-anak melalui perbuatan nyata yang baik,” ujarnya.
Baren juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Natal Kejaksaan Agung atas kerja keras dan dedikasi sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar.
“Terima kasih atas penghormatan yang diberikan institusi Kejaksaan kepada Forwaka. Kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Badan Diklat Leonard Eben Ezer Simanjuntak serta seluruh jajaran, kiranya Natal Kejaksaan membawa dampak positif bagi kita semua,” pungkasnya. (Nando)





