Nenek Penderita Ginjal, Balita Lumpuh Layu Serta Seorang Bapak Butuh Bola Mata Palsu Di Kecamatan Siabu Mengharapkan Bantuan

801

dutapublik.com, MADINA – Sehat Nasution (5) anak dari pasangan Rahmat dan Meli yang kini tinggal bersama Neneknya di Simangambat Lorong 2 Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut harus menanggung derita dan butuh uluran tangan dermawan.

Hal ini disampaikan kepada Ketua Karang Taruna Kecamatan Siabu Ringgo Siregar dan Babinsa Koramil 12/Siabu Sertu Niston Simatupang bersama Jurnalis dan Sekretaris Lingkungan (Sekling) Mahalli Matondang.

Nenek dari Sehat Nasution, Gongnasari Lubis mengatakan, Sehat (5) ikut dirinya karena kedua orang tuanya telah berpisah (cerai) dan Sehat mengalami lumpuh sejak bayi. Sehat sudah pernah dibawa berobat tetapi karena tidak adanya BPJS dan biaya, hanya bisa tiduran saja tanpa mendapat perawatan intensif.

“Sehat awal mulanya sakit baru setelah sehat dia ini pernah jatuh,” katanya kepada awak media, Selasa (16/01/2024).

Lanjut Gongnasari, dirinya juga mengalami penyakit ginjal, bila bangkit penyakitnya tidak bisa melakukan aktifitas sementara kebutuhan hidup harus ada.

“Saat penyakit saya kambuh saya tidak bisa mengurus cucu saya dan tidak bisa mencari nafkah sebagai
buruh cuci pakaian tetangga,” ucapnya.

Dijelaskan Gongnasari anaknya (ayah dari Sehat) sekarang merantau di Jakarta.

Bahkan Gongnasari menceritakan, kehidupannya saat ini sangat berat dari segi ekonomi.

“Rumah saya ini ngontrak, pekerjaan saya sebagai buruh cuci pakaian ke tetangga terkadang tidak bisa akibat harus menjaga dan merawat cucu saya,” ucapnya sambil matanya berkaca kaca.

Gongnasari berharap cucunya bisa berobat dan dibantu dermawan untuk biaya pengobatannya sehingga kelak cucunya bisa beraktivitas seperti anak-anak seumurannya.

Mendengar cerita dari sang Nenek, Ketua Karang Taruna Siabu langsung menghubungi Lurah Simangambat serta Bidan Desa untuk dilakukan koordinasi agar segera dilakukan penanganan.

Sebelumnya, Ketua Karang Taruna Kecamatan Siabu Ringgo Siregar bersama tim dihubungi seorang bapak di Desa Bonan Dolok Kecamatan Siabu yang butuh perhatian berobat lanjutan dan pembuatan mata palsu.

Ilal Huddin (45) warga Bonan Dolok yang beberapa waktu lalu sudah melakukan operasi pengambilan mata sebelah kiri.

“Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar yang kurang lancar hanya biasa pengobatan lanjutan (berobat jalan). Ilal belum memiliki BPJS dan sudah kita ajukan dan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Madina. Mereka berobat di RSUD Panyabungan sebagai pasien umum dan menelan biaya berobat lebih dari lima juta rupiah. Untuk itu dengan kondisi ekonomi lemah mereka berharap BPJS mereka segera aktif untuk berobat lanjutan,” terang Ringgo.

Dijelaskan Ringgo lagi, Ilal saat ini disarankan dokter untuk dibuatkan mata palsu namun uangnya belum ada dan mereka berobat jalan sebagai pasien umum menunggu BPJS aktif.

*Sudah kita ajukan ke BAZNAS Madina by WhatsApp dan berkasnya menyusul di bulan Desember 2023 kemarin. Mungkin karena tutup buku belum ada respon semoga tahun baru ini 2024 bisa ada bantuan. Besok sekalian kita ajukan lagi ke BAZNAS untuk ketiga keluarga tidak mampu ini,” timpal Ringgo.

Di luar BAZNAS, Ringgo juga berharap dermawan bisa membuka hati untuk membantu mereka yang sangat membutuhkan. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *