Oknum Polisi Berpangkat Iptu Diduga Terima Setoran Bulanan Dari Pengusaha Tambang Emas Ilegal

913

dutapublik.com – KALTENG Maraknya tambang emas ilegal di area Kurun tidak menyusutkan para pengusaha untuk berhenti berulah, justru hal ini ada dugaan indikasi keterlibatan oknum polisi yang membackupnya.

Hingga diduga pengusaha tambang emas ilegal memberikan setoran bulanan untuk lenggang usahanya, tambang emas illegal ini berlokasi di area Kurun Gunung Mas Provinsi Kalteng.

Berdasarkan temuan awak media di lapangan pengusaha tambang emas yang tidak berizin ini terus beraktifitas seolah olah mereka ini legal.

Salah satu warga yang bekerja menggunakan mesin sedot Domping mengatakan kepada media bahwa mereka heran mengapa ada setoran wajib bulanan ke polisi. “Masa kami kerja nambang emas harus bayar setoran bulanan buat Anggota Polisi, bahkan kalo kami nggak bayar akan di tangkap,” ungkapnya 

Lalu bagaimana dengan para pekerja yang memakai alat berat ? Mereka pun sama setoran tiap bulan, kesiapa mereka bayar setoran? “Pada oknum dari Polresta dan Reskrimsus Polda Kalteng, itu perintah siapa ?” ucap salah satu pekerja tambang emas saat diwawancarai.

“Tidak hanya itu, masa kami harus kerja lantas hasil kerja kami malah dinikmati oknum anggota,” tutur salah satu pekerja tambang.

“Apabila kami mengeluh dan mengadu maka kami akan di tangkap dan di penjarakan, sedangkan yang menggunakan alat berat yang merusak tanah kami beribu-ribu Hektare itu izin dari siapa ? Dan yang narik setoran siapa lagi kalau bukan Oknum Anggota,” tegasnya dengan nada sedikit kesal

Ketika ditanyakan siapa oknumnya tersebut pekerja tersebut hanya menjawab tidak tahu, namun yang jelas datang setiap sebulan sekali ke Kurun atau ke bos alat berat yang mengantar setoran bulanan ke ruang Reskrimsus Polda Kalteng.

Ditambahkannya di tempat yang berbeda bos Alat berat dengan inisial NN mengaku bahwa tidak hanya dirinya yang bermain tambang emas yang memakai alat berat, puluhan exavator yang aktif bekerja di areal Gumas dan sekitarnya.

Kata NN ia berani kerja karena ada yang jamin dan ada juga setor bulanan sekali ke ruang Reskrimsus Polda Kalteng. “Saya ga mau ambil pusing,” ucap NN bos alat berat

Saat ditanya siapa oknum ini ? NN hanya menjawab kurang kenal ! “Cuma setahu saya berpangkat Iptu yang inisial H,” tuturnya.

Dari pengakuan salah satu bos alat berat temuan ini sudah disampaikan kepada pihak team Saber Pungli Polda Kalteng untuk di cek kebenarannya, hingga kini belum juga ada kabar beritanya.

Kapolres Gumas saat di hubungi via Chating Whattsapnya malah memblokir nomor padahal selaku awak media hanya berkepentingan untuk konfirmasi.

Tidak hanya Kapolres, Kasat Reskrim pun juga menghindar dan mengelak serta memblokir kontak telepon awak media.

Perwakilan warga inisial BD dan ER mengaku sudah menyampaikan keluhannya kepada pihak terkait berkali-kali namun tidak direspon.

“Kami hanya berharap kepada Pemerintah Pusat agar penambangan illegal ini untuk segera di stop, sebab hal ini sudah merusak lingkungan termasuk pencemaran air sungai, dan diharapkan kepada para penegak hukum yang lebih tinggi untuk segera mengambil langkah cepat dengan adanya penambangan emas ilegal yang di duga adanya kuat backup oknum Aparat,” harap warga.

Dengan keluhan beberapa warga yang merasa tidak nyaman dengan adanya penambangan illegal ini diharapkan kepada penegak hukum dalam hal ini Mabes Polri untuk mengambil langkah cepat dan segera dilakukan penyelidikan dan penyidikan terkait adanya dugaan oknum yang menerima setoran bulanan dari para penambang emas illegal ini. (AVID)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *