Oknum RT Desa Warungjeruk Purwakarta Diduga Minta Jatah Kepada KPM BLT DD

dutapublik .com, PURWAKARTA – Batuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) merupakan anggaran dari Pemerintah Pusat yang diperuntukkan bagi Masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di Indonesia.

Untuk di wilayah Desa Warungjeruk Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima sebesar Rp. 900. Namun, pembagian BLT DD yang dilaksanakan pada Jumat (30/7) lalu di Kantor Desa tersebut, diduga adanya Oknum Perangkat atau Pegawai Desa yang melakukan tindakan tidak terpuji.

Pasalnya, setelah Keluarga Penerima Manfaat mendapatkan uang BLT tersebut, tidak lama kemudian ada Oknum Pegawai Desa yang mendatangi warga penerima manfaat meminta uang sebesar Rp. 300 rb dengan alasan uang tersebut akan disalurkan kepada warga yang tidak kebagian BLT DD.

“Warga Desa Warungjeruk diduga dikenakan pungutan kembali pada Warga yang telah dapat bantuan tersebut sebelumnya, yaitu sembilan ratus ribu rupiah,” kata Edy suryana salah satu warga, kepada awak media pada selasa (3/8).

Baca Juga:  Dukung Program Ketahanan Pangan Desa Polsek Leles Serahkan Benih Padi

Dijelaskan Edy, pembagian bantuan yang dibagikan kepada warga terebut diberikan sekitar Jum’at, 30/7/2021 beberapa hari lalu sebanyak sembilan ratus ribu rupiah untuk per tiga bulan lamanya.

“Tetapi anehnya setelah bantuan tersebut dibagikan di Aula Kantor Desa, tidak lama kemudian ada perangkat Desa atau RT meminta uang tersebut sebesar tiga ratus ribu rupiah dengan alasan untuk warga yang tidak kebagian.”

“Seharusnya kan tidak boleh seperti, itu harus dengan persetujuan penerima bantuan tersebut dan jelas peruntukkanya. Kalau pun nanti alasannya hasil Rapat Musdes lah, tetap saja kalau orangnya tidak iklas mah buat apa,” terangnya.

Baca Juga:  Kodim 0708/Purworejo Resmikan Kampung Pancasila Di Desa Dukuhrejo Dan 16 Desa Lainnya

Ia pun merasa heran, karena berdasarkan informasi yang dihimpun, para KPM penerima BLT DD di Desa Warungjeruk kebanyakan adalah warga yang statusnya sebagai kerabat dari dari Pegawai Desa, salah satunya adalah kerabat dari Okmun RT setempat.

“Selain dari itu yang saya heran kok, yang lebih banyak dapat bantuan BLT malah para keluarga RT setempat. Jelas itu kan tidak adil dan merata bagi warga kurang mampu,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj. Kades Desa Warungjeruk Karyono, saat akan dikonfirmasi oleh awak media, yang bersangkutan sedang tidak ada di Kantor Desanya. Sampai berita ini dipublikasikan Karyono belum bisa memberikan tanggapan terkait informasi tesebut, walaupun sudah dicoba dihubungi melalui sambungan telpon selularnya. (Asep)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *