dutapublik.com, TANGGAMUS – Para pedagang pasar Wonosobo Kabupaten Tanggamus mengeluh dengan adanya bau menyengat akibat timbunan sampah yang menggunung yang berada di samping lapak mereka. Diduga petugas sampah sengaja membiarkan sampah pasar tersebut hingga menimbulkan bau busuk.
Pasalnya dengan lambannya kerja petugas pengangkut sampah di pasar Wonosobo mengakibatkan timbunan sampah di bak pembuangan sampah yang ada di belakang pasar Wonosobo menumpuk hingga berhari-hari bahkan para pedagang pun membenarkan kalau sampah di pasar Wonosobo pengakuannya dilakukan cuma satu kali dalam seminggu.
Menurut pedagang yang enggan menyebutkan nama mengatakan pembuangan sampah di pasar Wonosobo ini cuma sekali sebelum diangkut oleh mobil sampah. “Selama ini sampah dari pasar diangkut hanya sekali dalam seminggu bahkan kadang-kadang lebih makanya baunya sudah sangat menyengat adapun mobil yang mengangkut sampahnya itu dilakukan pada malam hari,” terang pedagang pada Minggu (7/5).
“Contohnya yang kita liat sekarang ini sampah sudah satu minggu belum juga diangkut, kan udah keliatan banyaknya sampah sudah mengeluarkan air dan baunya udah nyebar jadi kalau nanti malam sampah ini belum juga diangkut yang pasti kami yang duduk disini yang berdampingan langsung dengan tumpukan sampah akan mencium bau busuk dari pagi hari sampai sore.”
Lanjutnya selama ini memang belum pernah petugas sampah di pasar ini mengakut sampah dua kali dalam seminggu itu belum yang pasti satu kali dalam seminggu bahkan bisa lebih.
“Kalau sampah diangkut dua kali dalam seminggu gak mungkin sampah sampai bertumpuk tumpuk bahkan menggunung. Bak sampahnya aja sampai penuh biasanya sampah itu melebar karena sudah gak muat lagi di bak sampah, intinya kalau lama gak diambil bau busuk yang keluar dari tumpukan sampah itu yang sangat mengganggu terutama pedagang pembeli juga gak nyaman dan juga warga sekitar juga berhari hari bahkan bermalam-malam merasakan pemandangan kumuh dan bau busuk,” pungkasnya. (Sarip)


