Kebijakan pemerintah tersebut bertujuan untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 sehingga dampak pandemi tidak melebar ke semua wilayah.
Namun kebijakan PPKM tersebut secara tidak langsung turut mempengaruhi mobilitas masyarakat dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.
Dampak lain dari penerapan PPKM juga turut dirasakan dunia pendidikan, proses pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah berjalan di sekolah-sekolah terpaksa harus dihentikan dan proses pembelajaran kembali menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.
Meski demikian situasi tersebut tidak terlalu mengganggu proses pembelajaran secara keseluruhan. Para penggiat pendidikan memiliki berbagai macam metoda agar pelaksanaan pembelajaran tetap berjalan meski masih dalam situasi PPKM.
Selain itu para pemangku kebijakan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat juga tetap menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan bagi satuan pendidikan yang berada di wilayah Kabupaten Karawang.
Hal itu terpantau langsung media dutapublik.com pada saat adanya monitoring pelaksanaan Program Karawang Cerdas (Karcer) di satuan pendidikan non formal atau PKBM yang dilakukan Bidang PAUD Dikmas Disdikpora Kabupaten Karawang.
H. Kosim Taryana, M.Pd., Kasie Kesetaraan Disdikpora Kabupaten Karawang bahkan turun langsung ke lapangan. Selain itu para penilik Bidang Kesetaraan yang tersebar di lima wilayah juga turut diterjunkan dalam monitoring pelaksanaan Program Karcer tersebut.
Hal ini menunjukkan keseriusan Bidang Kesetaraan Disdikpora Kabupaten Karawang dalam mengawasi pelaksanaan Program Karcer tersebut sekaligus pembuktian pernyataan Kasie Kesetaraan H. Kosim Taryana beberapa waktu lalu yang akan mengawasi secara ketat pelaksanaan Program Karawang Cerdas di satuan pendidikan non formal atau PKBM.
“Saya ingatkan kepada seluruh pengelola PKBM penerima Program Karawang Cerdas agar melaksanakan program tersebut sesuai juklak dan juknisnya, karena kami akan mengawasi secara ketat pelaksanaan program tersebut,” tegas H. Kosim Taryana saat di konfirmasi media dutapublik.com beberapa waktu lalu. (Endang Andi)






