dutapublik.com, TANGGAMUS – Sempat dijanjikan hibah program Greenhouse, salah satu Ketua Kelompok Tani mengaku pernah berbincang dengan NV sekalu Kasi di Dinas KPTPH Tanggamus. NV mengatakan wacana pengajuan bantuan pernah dilakukan akan tetapi terganjal dengan anggaran maka program itu batal.
Saat awak media dutapublik bertamu di kediaman SW dalam obrolan ia menceritakan terkait adanya janji yang pernah dicetuskan terkait dana hibah kalau tidak salah itu masuk dalam program Greenhouse. “Karena pernah disampaikan sama kita pada waktu itu maka saya berinisiatif untuk menanyakan walaupun saya menanyakan itu melalui sambungan telepon akan tetapi saya mendapat penjelasan seperti itu maka nya saya diam artinya program itu gagal,” imbuhnya pada Sabtu (16/3/2024).
Kemudian terkait dengan bantuan cultivator yang ia dapat dari dinas sudah dikembalikan. “Satu alasannya memang cultivator itu tidak cocok di lahan kami karena lahan kami persawahan bukan tanah kebon maka alat itu kurang pas kalau di tempat kami, siapa yang ngambil alat itu dari sini yang ngambil supirnya pak Kadis yaitu pak Adi, memang saya yang menghubungi pak Adi, karena saya telpon itu sudah malam, keesokan harinya baru alat itu diambil dari rumah.”
“Kenapa sepanjang tahun 2023 saya tak pernah lagi komunikasi dengan dinas, apa lagi saya mau mengajukan proposal bantuan karena semuanya gak jelas, contoh janji yang pernah mereka ucapkan Sementara kita sebelumnya tidak pernah tau akan adanya dana hibah greenhouse dan kemudian wacana itu batal, jadi saya sudah tidak lagi komunikasi dengan mereka karena apa yang mereka sampaikan itu gak sesuai.”
“Kalau kita bicara bantuan hanya bahasa nya saja yang sifatnya bantuan itu gratis, misal kelompok saya mendapatkan bantuan apa kah bantuan itu kita dapatkan gratis tentu tidak semua itu ada nominalnya bicara bantuan cultivator itu ada nilainya, bicara program cabai tahun 2022 itu juga ada nominal yang kita berikan, program cabe sekian hektar dana mnya sekian yang kita berikan karena itu nilai segitu yang diminta bukan tanda terima kasih , kenapa dana cultivator itu dikembalikan karena cultivator nya diambil sama dinas lagi,” terang SW.
Lanjut SW dalam hal ini ia tidak bicara kata orang yang ia sampaikan ini fakta yang dialami. “Kita gak tau kalau dengan orang lain yang mendapatkan bantuan apakah itu memang gratis tis atau tidak, karena setau saya setiap ada bantuan yang kita dapatkan melalui pengajuan proposal dan kita dapat bantuan tersebut itu ada dana yang harus kita keluarkan, dimana kita gak ngasih kalau sebelum bantuan itu keluar ada yang lebih dulu ngomong sama kita.”
“Saya flashback lagi sebenarnya karena kami pernah dijanjikan hibah program greenhouse saya sudah buat proposal nya tapi belum saya print sudah ada file nya sampai sekarang masih ada file nya beruntungnya saya tanyakan dulu sama orang dinas, coba kalau saya gak nanya lebih dulu udah pasti saya rugi biaya jilid proposal dan terbuang sia sia.”
“Yang jelas kita udah capek lah kaya program cabai plastik mulsa nya itu cepat benar udah sobek bayangin aja cabenya belum apa apa plastik mulsa nya udah rusak artinya plastik mulsa nya jelek, kenapa saya bilang plastik mulsa nya itu jelek karena di tahun 2019 kita pernah juga dapat bantuan plastik mulsa nya sampai hari ini masih ada plastik mulsa sampai hari ini belum sobek, artinya ada barang bagus kok beli barang yang jelek, apa karena bantuan jadi barang nya asal asalan,” pungkasnya.
Untuk diketahui dalam pemberitaan sebelumnya terkait program bantuan dana hibah Dinas KPTPH Tanggamus pada kelompok tani yang disampaikan oleh Ketua kelompok tani Lereng Tanggamus Jaya Sumpeno. Lalu pernyataan Sumpeno tersebut dibantah oleh Herimansyah selaku Kabid.
Dari hasil penelusuran awak media di lapangan kekinian muncul pernyataan yang mencengangkan salah satu ketua kelompok tani menyampaikan bahwa Program dinas KPTPH tak ada yang gratis. Cuma hanya sifatnya saja yang berbentuk bantuan gratis, artinya setiap program ada nominal dan nominal itu dari mereka yang minta. (Sarip)


