dutapublik.com, RANDUBLATUNG – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kodim 0721 Blora melalui Koramil 02 Jepon melaksanakan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan penanggulangan Karhutla bersama Perhutani, Polsek Jepon, Pemerintah Desa Semanggi, serta masyarakat.
Kegiatan berlangsung pada Selasa (8/9/2026) di Pos Ngodo, wilayah kerja RPH Ngodo, BKPH Ngliron, KPH Randublatung. Acara ini menjadi salah satu upaya bersama dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan, terutama pada musim kemarau yang memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut Babinsa Desa Semanggi Koramil 02 Jepon Basuki beserta anggota, Bhabinkamtibmas Desa Semanggi Polsek Jepon Wagiman beserta anggota, jajaran Perhutani BKPH Ngliron, Kepala Desa Semanggi Kasno beserta perangkat desa, serta warga masyarakat Desa Semanggi.
Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro melalui Asper BKPH Ngliron Jarwo Subagiyo menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergitas dan kepedulian dari seluruh pihak. Perhutani bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat harus terus membangun komunikasi serta meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya pada saat kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah.
Menurutnya, keberadaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan memiliki peran penting dalam membantu Perhutani melakukan pencegahan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat dari keberadaan hutan, tetapi juga ikut menjaga keamanan dan kelestariannya.
“Yang paling utama adalah pencegahan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan tidak melakukan kegiatan yang dapat menjadi sumber munculnya api. Apabila menemukan adanya asap, titik api, maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas Perhutani atau aparat terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Jarwo.
Ia juga menekankan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan agar selalu berhati-hati dalam penggunaan api. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan meluas apabila terkena angin, terutama pada kondisi vegetasi hutan yang kering.
“Perhutani akan terus melakukan patroli dan pemantauan bersama jajaran terkait. Namun demikian, keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kepedulian kita semua. Dengan sinergitas yang baik, kita dapat menjaga hutan tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Semanggi Koramil 02 Jepon, Basuki, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kepedulian sejak dini terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun kawasan hutan.
Basuki menyampaikan bahwa TNI siap bersinergi dengan Perhutani, Polri, dan pemerintah desa dalam melakukan pencegahan maupun penanganan apabila terjadi Karhutla. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila menemukan adanya titik api.
“Jangan sampai kita terlambat mengetahui adanya kebakaran. Apabila ada asap atau titik api, segera laporkan. Lebih baik kita mencegah sejak awal daripada api sudah membesar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Semanggi Polsek Jepon, Wagiman, menyampaikan bahwa Polri akan terus mendukung kegiatan pencegahan Karhutla melalui sosialisasi, pemantauan, dan patroli bersama. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat berpotensi merambat ke kawasan hutan.
Wagiman juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan kejadian yang dapat mengganggu keamanan kawasan hutan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jangan melakukan pembakaran yang tidak terkendali dan segera informasikan kepada aparat apabila menemukan potensi kebakaran,” ungkapnya.
Usai kegiatan sosialisasi dan penyuluhan, seluruh peserta kemudian melaksanakan patroli gabungan di kawasan hutan RPH Ngodo, BKPH Ngliron. Patroli bersama tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk memantau kondisi kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui sosialisasi dan patroli gabungan tersebut diharapkan sinergitas antara Perhutani, TNI, Polri, Pemerintah Desa Semanggi, dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sedini mungkin dan kelestarian kawasan hutan tetap terjaga. (Yasin Al Amin)






