dutapublik.com, MEMPAWAH – Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kabupaten Mempawah lakukan kegiatan Temmu Kerrong (Ketemu Kangen) di Futsal 2 Putra Desa Peniraman Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (25/2).
Acara dibuka dengan pembacaan tawassul dan sholawat Nabi Muhammad Saw serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, dihadiri oleh Habib Ali Assegaf, Habib Abdullatif Muhammad Al-Mahdali, Kyai Bukhori, Wakil Bupati Mempawah, H.Muhammad Pagi, S.Hi., M.M., Ketua IKBM Kabupaten Mempawah Usman Alatas, Penasehat IKBM, Ketua IKBM tingkat Kecamatan sekabupaten Mempawah para kepala desa Madura sekabupaten Mempawah, DPD LSKM, IKMA Mempawah, Ketua Sandur Mempawah, ILP Mempawah, FKPM Mempawah, PC HIMMA Mempawah, PC PMII Mempawah dan para tokoh Madura Kabupaten Mempawah.
Kusnadi selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan bahwa orang Madura khususnya para pemuda sudah banyak yang aktif dan menjadi ketua di organisasi eksternal di tengah masyarakat Kabupaten Mempawah.
“Alhamdulillah untuk orang Madura di Kabupaten Mempawah khususnya para pemudanya lumayan banyak yang berkiprah aktif di organisasi baik di tingkat pelajar, Perguruan Tinggi maupun kepemudaan dalam artian kiprah pemuda Madura di kabupaten Mempawah sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.
Kusnadi melanjutkan kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Peniraman karena memiliki filosofi tersendiri.
“Kenapa kegiatan ini diadakan di Desa Peniram karena di Peniraman ini merupakan jantungnya orang Madura di Kabupaten Mempawah dan di gedung Futsal Dua Putra ini menurut hemat kami pania cocok dijadikan tempat kegiatan Temmuh Kerrong IKBM karena lumayan luas,” lanjutnya.
“Atas nama panitia pelaksana apabila ada kesalahan dalam kegiatan ini mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Lebih lanjut Kusnadi menjelaskan tentang tema kegiatan tersebut adalah ” Metepak Tengka Ajegeh Atet”
“Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Mempawah sekarang merupakan salah satu wajah Indonesia dengan adanya pelabuhan Kijing Internasional. Karena orang luar biasa masuk melalui Pelabuhan Kijing Internasional, maka kalau tengka (Akhlak) kita tidak dijaga kan tidak bagus, terus ajegeh Atet (menjaga adat) juga perlu kita antisipasi dengan perkembangan kedepan jangan sampai regenerasi Madura tidak mengetahui adat adat Madura, ” bebernya.
Sementara itu, Kyai Bukhori selalu penasehat IKBM Mempawah dalam sambutannya mengatakan dalam kegiatan IKBM tersebut bahwa dirinya sangat merespon dengan baik walaupun masih ada pembicaraan di tengah masyarakat IKBM saat ini masih sering mengurusi masalah pertengkaran.
Namun, Lanjut Kyai Bukhori, bahwa hal tersebut tidak jadi masalah karena mengurusi sebuah konflik bagian dari jihad.
“Menyelesaikan masalah bagian dari jihad,” katanya.
Lebih lanjut Kyai Bukhori sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan Temmuh Kerrong tersebut dan bagian dari silaturahmi serta ada manfaatnya.
“Kegiatan Temmuh Kerrong ini luar biasa, kalau pakai dalil, ini sama dengan silaturrahmi. Keterangannya barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan di panjangkan umurnya maka hadirlah di acara silaturahmi ini, kan ini sebenarnya rumusnya,” pungkas Bukhori.
Di kesempatan yang sama Usman Al-Latas Ketua IKBM Kabupaten Mempawah mengucapkan terimakasih kepada seluruh yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Terimakasih kepada seluruh yang hadir di acara Temmoh Kerrong (temu Kangen) Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Mempawah, ” ungkapnya.
“Alhamdulillah Madura di Kabupaten Mempawah sudah semakin maju Kepala Desa se-Kabupaten Mempawah ada 10, dulu cari kepala Desa tiga saja sangat susah, tapi sekarang sudah banyak dan yang jadi Dewan Legislatif juga sudah lumayan banyak ada 7 orang,” ungkapnya.
“Saya tegaskan kepada panitia bahwa kegiatan ini bebas dari politik peraktis, hal tersebut di lakukan bahwa orang Madura sangat menjaga netralitasnya,” lanjut Usman.
Dalam kegiatan tersebut Usman Al-Latas memberikan kehormatan bagi para orang Madura yang menjadi kepala Desa, Legislatif dan yang berperan aktif menjadi ketua, baik di Banum IKMB maupun organisasi di luar IKBM yang ruang lingkupnya di kalangan orang Madura.
”Kenapa saya memanggil dan memberikan penghormatan barusan kepada para ketua di ruang lingkup Madura dan yang menjadi para ketua biar kita semua sama-sama tau bahwa orang Madura sudah maju dan berkembang dan sudah siap untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujarnya.
“Dan Alhamdulillah banyak organisasi Madura selain IKBM dalam artian keperdulian kepada Madura semakin banyak tapi ingat jangan sampai adanya banyak organisasi di ruanglingkup Madura jangan sampai menjadi perpecahan tentu kita menolak hal tersebut jadikan organisasi ini sebagai pembersatu orang Madura untuk kompak memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.
Muhammad Pagi Wakil Bupati Mempawah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Temmoh kerrong tersebut.
“Saya berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutinitas minimal 3 kali, tujuannya untuk mengevaluasi dan memberikan pandangan untuk orang Madura di Kabupaten Mempawah,” ungkapnya.
“Harapan saya kedepan orang Madura kompak disegala sektor maka dari itu untuk menyatukan persepsi melalui organisasi kita punya IKBM kita punya IKAMA dan lainya maka manfaat kan sebaik mungkin,” tambahnya.
“Ayok Mempawah ini kita bangun dengan kebersamaan untuk masyarakat Mempawah. Dari sektor pendidikan orang Madura Sudah mulai maju pondok pesantren di kabupaten Mempawah hampir 80 persen di kelola oleh orang Madura, masjid dan surau itu juga banyak yang punya orang Madura maka dengan adanya hal tersebut kita harapkan untuk kompak untuk kepentingan masyarakat, pungkasnya. (Pathol Kurib).



