Pesantren Benda Kerep Tidak Masuk List Pesantren TUA Versi NU, Kiyai Maiz Dan Pegiat Sejarah Merasa Perlu Adanya Pelurusan

447

dutapublik.com, CIREBON – Beberapa Pondok Pesantren tertua yang berusia diatas 1 abad baru saja mendapatkan penganugrahan oleh PBNU pada tanggal 31 September 2023 lalu, namun penganugerahan yang digelar oleh PBNU tersebut disesalkan oleh salah satu Kiyai asal Benda Kerep Cirebon KH Abdul Maiz, lantaran tidak ada nama benda kerep dalam list penganugerahan tersebut.

Menurut KH. Abdul Maiz atau yang kerap disapa Kiyai Maiz ini, sangat aneh jika pondok pesantren benda kerep tidak masuk dalam daftar penganugerahan oleh PBNU, sedangkan pondok pesantren seperti kempek, Buntet, hingga gedongan masuk dalam penganugerahan tersebut.

”Perlu diluruskan, jika benda kerep tidak masuk maka sangat disayangkan mengingat pondok pesantren di Cirebon yang usianya sama pun masuk dalam penganugerahan tersebut,” ujarnya.

Raden Hamzaiya Pegiat Sejarah Cirebon menambahkan, iya memang benda kerep termasuk pesantren tua di Cirebon, kelak melahirkan cicit – cicit daripada kiyai terkemuka hingga saat ini,” ujarnya.

”Kita perlu ketahui, jika keluarga daripada Kiyai Said Aqil Siroj dan Kiyai Mustofa Aqil Siroj ini masih sejalur darah garis keturunan dengan para kiyai dengan benda kerep,” ujarnya lagi.

Jika ditarik dari silsilah, lanjut Raden Hamzaiya, ini pesantren benda kerep, Buntet, kempek dan gedongan masih ada ikatan keluarga. Kiyai Said Aqil, Kiyai Mustofa, hingga Kiyai Wawan Arwani ini masih ada ikatan kekerabatan dengan pondok pesantren benda kerep.

”Iya, jaringan pondok pesantren tua ini akan melahirkan ulama ulama kharismatik bahkan menjadi tokoh NU yang terkemuka,” tambah Raden Hamzaiya.

Kiyai Maiz berharap, Benda Kerep untuk tidak dilupakan keberadaannya sebagai salah satu pondok pesantren tertua,

”ini perlu adanya pelurusan,” tutup Kiyai Maiz. (Hans).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *