Pasca Ungkap Potongan Dana BOS Kecamatan Limau, Mulai Bermunculan Terduga Wartawan CNN Dan KUHR

470

dutapublik.com, TANGGAMUS –Sungguh miris, terkait dengan adanya indikasi potongan dana BOS di 16 SD yang ada di, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kini muncul temuan dugaan main mata antara Oknum K3S Kecamatan Limau dengan Oknum Wartawan.

Dengan beredarnya rekaman suara konfirmasi antara wartawan dengan Kepala Sekolah yang sangat jelas menyatakan setoran dana BOS yang disetorkan ke Bendahara ditemukan kejanggalan dan patut diduga komfirmasi tersebut hanyalah bermodus CNN (Cuma Nanya Nanya) atau bisa disebut KUHR (Kasih Uang Hapus Rekaman).

Pasalnya hasil rekaman sangatlah jelas adanya pernyataan Kepala Sekolah tapi sayang sungguh sayang tak satu pun berita dari hasil konfirmasi tersebut yang diterbitkan. Atas dasar inilah seorang junalis bisa membuktikan bahwa seorang wartawan itu netral indepeden dan tidak terikat dengan instansi mana pun.

Sementara saat dikonfirmasi awak media dutapublik.com via telepon selular, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Subandi mengatakan kalau permasalah tersebut sudah selelai kerena penemunya tidak bisa membuktikan.

Namun saat ditanya pihak mana yang bisa memvonis tidak terbuktinya suatu masalah di luar lembaga pengadilan, K3S Kecamatan Limau Subandi enggan memberi tau terkesan ada yang ditutup-tutupi.

Ketua K3S Kecamatan Limau Subandi mengatakan hal tersebut tidak benar tidak ada potongan dana BOS dan lagi pula permasalahan itu sudah selesai karena yang menemukan masalah ini tidak bisa membuktikan.

“Masalah itu sudah selesai kerena memang tidak ada potong dan itu juga sudag dimusyawarahkan hasil kesepakatan dan juga mereka yang menemukan masalah ini tidak bisa membuktikan,” terang Subandi pada Selasa (31/1).

Setelah terbitnya pemberitaan terkait potongan Dana BOS di 16 Sekolah Dasar SD yang ada di Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus awak media dutapublik.com tiba-tiba kebanjiran nomor telepon atau WhatsApp yang tidak dikenal.

Dari sekian nomor yang masuk cuma satu yang diangkat telepon dari awak media dutapublik.com, dalam perbincangan tersebut pemilik nomor yang tidak dikenal tersebut mengatakan, “silahkan lanjutkan permasalahan itu kalau kamu ada dokumentasi, konfirmasi sendiri jangan libatkan recod saat kami konfirmasi kami tidak ada hak untuk melarang kalian apa lagi memback up K3S saya hanya berpesan jangan libatkan lagi dokumentasi kami pakailah dokumentasi kalian sendiri,” ujarnya pada Kamis (2/2). (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *