Pesawat Jatuh Menimpa Rumah Warga Desa Pamoyanan, Diduga Gagal Uji Coba Terbang

683

dutapublik.com, PURWAKARTA – Warga Desa Pamoyanan  RT.01/01, Kecamatan Plered  Kabupaten Purwakarta – Jawabarat, dikagetkan dengan jatuhnya Pesawat Terradrone pada Selasa (31/8) pukul 12-30 siang hari kemarin yang menimpa salah satu Rumah warga, Rabu (01/9).

Dari tempat kejadian, menurut keterangan salah seorang warga benama Jaka yang juga merupakan Sekjen dari Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) kebetulan pada saat kejadian dia berada dekat dengan lokasi kejadian tersebut menerangkan bahwa, “Banyak warga yang berhamburan keluar rumah karena kaget, bahkan yang sedang sembahyang shalat dimasjidpun pada kaget karena benturannya keras sekali,” ujarnya.

Saat diselidiki ternyata Pesawat Mini Terradrone tersebut adalah milik Sakti yang mengaku berasal dari Bandung, sengaja datang ke lapangan Sepak Bola Binara yang berada di Desa Batu Tumpang Kecamatan Tegalwaru untuk menguji coba Pesawat yang baru selesai dirakit tersebut.

“Memang saya yang menerbangkan Pesawat di Lapangan Bola Binara, namun Pesawat yang saya terbangkan jatuh menimpa Rumah warga yang bernama Endin, sayapun segera datang dan menyampaikan permohonan maaf kepadanya, dan Alhamdulillah kami sudah saling memaafkan,” paparnya menerangkan.

Endin, warga yang Rumahnya tertimpa Pesawat Mini Terradrone mengaku sangat kaget, bahkan warga lain sekitar Rumah Endin juga berhamburan keluar rumah karena mendengar suara benturan keras akibat hantaman Pesawat Mini Terradrone yang menimpa Rumah Endin.

“Saya pribadi hanya kaget saja, sedangkan untuk kerusakan tidak ada yang berarti pada rumah, saya sudah memaafkan Saudara Sakti selaku yang menerbangkan pesawat tersebut, tetapi kedepannya harap lebih berhati-hati lagi,” ungkapnya dengan bijak.

Menindaklanjuti kejadian tersebut kemudian awak media dutapublik.com menyakan izin dari Pemerintah Desa setempat terkait uji coba Pesawat Mini dari Perusahaan Terradrone tersebut.

“Untuk kegiatan tersebut belum ada permohonan izin, kami dari pihak Desa Batu Tumpang Kecamatan Tegalwaru, baru mengetahui ada kegiatan yang bisa membahayakan keselamatan warga ini,” terang Herman selalu Ketua RW.02 menjelaskan.

“Kita sudah menanyakan ke Rt.03
untuk kegiatan hari Selasa kemarin  tidak ada izin nya, dulu beberapa bulan ke belakang cuma sekali bicara Secara lisan saja, untuk seterusnya tidak ada laporan lagi dari pihak team uji coba peswat tersebut,” papar Herman melanjutkan.

Sedangkan menurut keterangan Sakti untuk perizinan lokasi sudah di urus kepada pihak RT wilayah Binara Desa Batu Tumpang Kecamatan Tegalwaru oleh team yang tinggal di Citeko. (Asep)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *