PGRI Sultra Kutuk Keras Sikap Arogan Kades Pesouha Bentak-Bentak Guru

373

dutapublik.com, KENDARI – Sebelumnya beredar sebuah video mempertontonkan puluhan siswa dan guru melakukan pemblokiran jalan. Dalam video berdurasi 1,44 menit itu, nampak terlihat puluhan pelajar berdiri tepat di tengah jalan sembari memarkirkan motor mereka.

Informasi yang diterima awak media ini, kejadian itu terjadi di Jalan poros Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa pada Senin 25 September 2023, yang dilakukan oleh siswa dan guru SMKN 9 Kolaka.

Siswa dan guru SMKN 9 Kolaka melakukan pemblokiran jalan merupakan bentuk protes mereka karena sudah tak tahan dengan debu yang ditimbulkan oleh aktivitas truk perusahaan tambang yang menggunakan jalan tersebut.

Dalam video tersebut juga sempat terjadi adu mulut, bahkan Oknum Kepala Desa berseragam ASN dalam video tersebut nampak membentak guru tersebut.

Dalam video nampak terlihat Kades mendatangi lalu membentak puluhan pelajar dan guru tersebut. Namun bentakan itu dibalas dengan sorakan oleh puluhan siswa.

“Jangan kasih begitu. Ini jalan umum. Apa gunanya ibu merekam begitu, kalian tidak mau diatur dengan Pemerintah ka,” kata Kades.

Menanggapi hal tersebut saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp pada Jum’at 25 September 2023, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Halim Momo mengutuk keras tindakan oknum Kades tersebut.

“Saya selaku Ketua PGRI Sultra sudah menonton videonya, kami mengutuk keras, seharusnya menjadi pemimpin itu lebih ramah, lebih bijak terhadap masyarakat dan tidak menunjukkan ke arah yang arogan,” katanya.

Ia menambahkan apalagi dalam video tersebut ada peserta didik yang kelak akan menjadi pemimpin kedepannya, seharusnya hal tersebut tidak dipertontonkan.

“Seharusnya diberikan contoh yang baik, bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik dan bijak,” tambahnya.

Pihaknya juga mengungkapkan seharusnya Oknum Kepala Desa ini memberikan penghormatan terhadap guru, pasalnya peran dan kontribusi dalam membina generasi berikutnya.

“Guru seharusnya diperlakukan dengan baik, karena guru ini salah satu tulang punggung dalam membina generasi berikutnya,” ungkapnya.

Pihaknya juga akan menindaklanjuti adanya peristiwa tersebut.

“Untuk saat ini kita masih menunggu laporan lengkap dari PGRI Kabupaten Kolaka, setelah itu akan kita ambil tindakan seperti apa,” pungkasnya. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *