PMI ilegal Timur Tengah Asal Kabupaten Bekasi Akan Segera Dipulangkan, Munawar Fuad: Terima Kasih Kepada Semua Pihak Atas Kerja Samanya

451

dutapublik.com, BEKASI – Setelah video viral di media sosial dan pemberitaan media online, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang merintih, menangis, dan memohon bantuan kepada Presiden Jokowi, telah menarik perhatian publik. Respon pemerintah Indonesia terhadap hal ini tidak berlangsung lama dan memberikan dampak positif bagi PMI tersebut.

Aas binti Sajam, seorang PMI asal Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, yang saat ini bekerja di Arab Saudi dapat bernafas lega karena akan segera pulang ke tanah air. Hal ini diungkapkan oleh Munawar Fuad, kuasa hukum yang ditunjuk oleh keluarga Aas, dalam keterangannya kepada media pada Minggu (6/8).

Melalui panggilan video jarak jauh, Aas, menyampaikan kebahagiannya kepada Munawar Fuad. Karena ia akan dipulangkan ke Indonesia. Saat ini, Aas, berada di kantor perwakilan Alwatoniyah Alwalid, akan diberangkatkan ke Riyadh dan menunggu jadwal pemulangan ke Indonesia pada Jumat depan.

“Terima kasih atas bantuannya, Pak, dan saya akan dipulangkan. Saat ini, saya sudah berada di kantor perwakilan Alwatoniyah Alwalid,” ujar Aas, saat berbicara dengan Advokat Munawar Fuad, melalui panggilan video pada Miggu (6/8).

Baca Juga:  HPN 2025: Mengawal Dinamika Dan Harapan Bangsa Ke Depan

Munawar Fuad, juga berbicara dengan salah satu pihak perwakilan agen Alwatoniyah Alwalid, untuk memastikan kepulangan Aas.

Lanjut Munawar Fuad, menjelaskan bahwa kabar pemulangan ini didapatkan berkat responsifnya pemerintah kabupaten Bekasi dan pihak-pihak terkait.

“Kami sangat bersyukur dengan kabar baik ini. Mpok Aas, warga Cabangbungin Bekasi, yang telah mengalami berbagai kesulitan dan cobaan sebagai PMI di Arab Saudi, akhirnya berhasil diselamatkan dan akan kembali ke tanah air pada hari Jumat pekan ini. Baru saja, Mpok Aas berbicara langsung dengan saya dari Arab Saudi, dan saya dapat memastikan bahwa kondisinya baik dan sehat.”

“Selain itu, kami juga memastikan bahwa kepulangannya akan berjalan lancar tanpa adanya pungutan atau ancaman dari pihak mana pun. Upaya intensif, diplomasi, dan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, terutama melalui Kepala BP2MI, Bapak Benny Ramdan, yang sangat responsif, Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Divisi Kepolisian Mabes Polri di bawah pimpinan Irjen Pol Victor Sihombing, serta KBRI di Arab Saudi yang dipimpin oleh KH Azis, dan timnya, telah berkontribusi dalam menyelamatkan Mpo Aas,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep 2026 dan Rakerda I Perkuat Gerakan Koperasi Daerah

Munawar Fuad, pun mengucapkan terima kasihnya kepada Pj Bupati Bekasi, Disnaker, Kyai Mukti, dan kedua orang tua Aasm atas kerja samanya yang baik.

“Sebagai kuasa hukum dan perwakilan keluarga Aas, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan kerja sama yang diberikan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar setiap warga negara dapat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak di daerahnya sendiri. Perlu adanya regulasi dan eksekusi yang lebih progresif dan responsif dari pemangku kebijakan dalam memberikan perlindungan kepada warga negara,” tutupnya. (SS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *