dutapublik.com, KARAWANG – Menyikapi terkait amblasnya pondasi jalan jembatan KW 6 Kepuh, Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, mendapat sorotan keras dari pengamat pemerintahan asal Karawang Asep Agustian, S.H., M.H.
Asep menilai kontraktor pembangunan jembatan KW 6 dinilai ceroboh, diduga tidak memperhatikan dari segi kualitas konstruksi itu sendiri.
“Setelah saya cek ke lokasi amblasnya tanah dibibir jalan jembatan KW 6 itu cukup parah dan mengkhawatirkan. Itu sangat berbahaya bagi masyarakat pengguna jalan. Saya tegaskan, itu jelas-jelas kontruksinya yang tidak benar alias tidak baik,” ungkap Asep kepada wartawan saat dilokasi jembatan KW 6, pada Sabtu (15/1).
Dikatakan Asep, hal ini tentunya tamparan keras buat Bupati Karawang. Soalnya baru beberapa waktu lalu dirinya melaksanakan peresmian jembatan KW 6 itu bersama Sekda Karawang Acep Jamhuri dan Kadis PUPR Kabupaten Karawang, Dedi Achdiat beserta para Kepala Dinas lainnya.

Keterangan Gambar 2: Asep Agustian, S.H., M.H., Saat Di Lokasi Jembatan KW 6 Kepuh
Asep berharap, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karawang menindak tegas kepada pihak kontraktor jembatan KW 6.
“Saya meminta kepada Dinas PUPR menindak tegas kepada kontraktor jembatan KW 6 itu. Konon katanya pelaksanaan jembatan KW 6 itu, pemborong berkualitas dan spesialisasi di bidang jembatan, yang juga salah satu pemborong tingkat internasional,” tandasnya.
Menurut Asep, dalam kejadian ini jangan menyalahkan alam karena adanya musim hujan. Hal itu jelas kelalaian dari pihak kontraktor, setelah dilihat langsung ke lokasi kejadian.
Dirinya juga menyebut, bahwa pihak kontraktor jembatan KW 6 tidak profesional.
“Saya tegaskan kembali, pihak PUPR harus memanggil pihak kontraktor. Tentunya, kalau tidak ada kesepakatan terkait amblasnya tanah dan bergesernya tembok penahan itu, pihak APH harus turun tangan untuk memeriksa kontraktor tersebut. Karena untuk pembangunan jembatan KW 6 ini, memakan anggaran yang tidak sedikit. Angka 10 miliar itu, angka yang fantastis,” imbuhnya. (Iwan Ridwan)





