dutapublik.com, CIANJUR – Puluhan santri pesantren SMA terpadu Alma’sum Mardiiyah mengikuti kegiatan pembukaan PPM (Praktek Pengabdian Masyarakat) bertempat di Aula Kantor Desa Sukagalih kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Kamis (19/1).
Kegiatan pembukaan PPM tersebut bertema ” Mengarungi Kehidupan Bermasyarakat Dengan Menjunjung Tinggi Lrinsif Ukhuwah, dihadiri oleh Mudir yayasan Alma’sum Mardiyah, Kepala Desa Sukagalih bersama jajaran perangkat desa, para Ketua RT/RW, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan para kader posyandu.

Puluhan santri pesantren SMA terpadu Alma’sum Mardiyah tersebut akan melaksanakan PPM di wilayah Desa Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon selama dua minggu ke depan.
Mudir yayasan Alma’sum Mardiyah, Uju Juandi saat ditemui dutapublik.com di sela acara pembukaan mengatakan, bahwa sudah menjadi komitmen di Yayasan Alma’sum Mardiyah bagi setiap santri yang telah menempuh pendudukan pesantren selama enam tahun dari jenjang SMP sampai dengan SMA pada tahun terakhir harus mengikuti kegiatan PPM.
“Saya dari yayasan Alma’sum Mardiyah sudah komitmen, setiap santri pada tahun akhir atau tahun keenam dari SMP sampai SMA maka diadakan PPM, ” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan terimakasih kepada Camat Cikalongkulon dan Kades Sukagalih yang telah menerima sekaligus memberikan izin untuk melaksanakan PPM bagi para santi pesantren SMA terpadu Alma’sum Mardiyah.
“Alhamdulillah seizin Camat Cikalongkulon dan Kades Sukagalih, saya untuk berada di sini, atas nama yayasan, saya mengucapkan terima kasih kepada pak Kades Sukagalih beserta jajarannya, juga kepada camat Cikalongkulon yang telah mengizinkan untuk belajar di sini,” ungkapnya.
Selama dua minggu ke depan berada di sini, sekaligus melalui ini saya menitipkan kepada masyarakat agar bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, ” imbuhnya.
Ia berharap kepada para santri yang melakukan PPM kelak menjadi generasi penerus bangsa, negara dan agama di masa yang akan datang.
“Harapannya bisa menjadi generasi penerus bangsa, negara, agama, di masa yang akan datang, ” pungkasnya.
Di tempat sama Kades Sukagalih Kecamatan Cikalongkulon Dydi Aryadikara saat dimintai tanggapannya terkait kegiatan PPM tersebut mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik atas kepercayaan desa nya telah dipilih untuk kegiatan PPM.
“Kita dipercaya oleh Yayasan Alma’sum Mardiyah untuk melaksanakan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM), membantu masyarakat berkenaan dengan pemahaman tentang pendidikan, agama, dan mereka juga mempraktekan diri, karena selama ini mereka beraktifitas di sekolah, sekarang realitas di lapangan seperti ini,” ungkapnya.
Ia pun berharap, adanya para santri yang melaksanakan PPM di tengah masyarakat Desa Sukagalih dapat memberikan pemahaman tentang ilmu yang didapat di sekolah ke tengah masyarakat, juga dapat menggali potensi yang ada di masyarakat.
“Harapan saya di era digital atau era teknologi ini mereka harus bisa memberikan pemahaman juga memfilter baik ideologi, kebangsaan dan agama. Karena tanpa bisa menggali potensi-potensi, mereka akan terombang ambing oleh zaman. Sebagaimana kita ketahui zaman teknologi sangat mengkhawatirkan bila tidak difilter. Di mana agama, akidah itu harus dipegang teguh oleh kita sebagai umat islam, ” pungkas Kades Sukagalih. (RS).



