dutapublik.com, KUBU RAYA – Pada Rabu (10/11) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat, mengumumkan Peserta SKPP Menengah yang lolos untuk ke tingkat lanjut (Nasional) di Bogor, Jawa Barat pada Sabtu mendatang.
Salah satu peserta asal Parit Ayyub Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Sahabat Ahmad Rinto, S.Sos., Aktivis PMII lulusan Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak tahun 2015. Kini kembali terpilih sebagi peserta delegasi utusan kubu Raya untuk melanjutkan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Lanjut atau ke jenjang Nasional pada hari Sabtu (13-19 November) mendatang, satu bulan usai mengikuti SKPP Menengah yang ia ikuti pada tanggal 5-9 Oktober 2021 lalu yang diselenggarakan Bawaslu Kalbar di Hotel Mahkota Kota Singkawang.
Sebelumnya dirinya yang pernah menjadi peserta terfavorit pada SKPP Dasar yang diikuti 3 Kabupaten yaitu Kayong Utara, Ketapang serta Kubu Raya pada tanggal 14-16 agustus 2021 lalu juga di Hotel Mahkota Kayong Utara.
Ahmad Rinto dalam pernyataannya berharap dirinya secara pribadi bisa membawa perubahan untuk kalangan masyarakat lokal khususnya kalangan pemuda. “Bagaimana pentingnya berpartisipasi dan menjadi relawan tanpa jasa dalam pemilihan kepala daerah/pemilu semakin meningkat,” tuturnya saat diwawancarai via whatshap.
Agar pemuda bisa mempunyai sifat komitmen dalam memilih kepala daerah saat pilkada dan pemilu, dirinya mengajak pemuda harus merubah mindset saat ini. Supaya mereka mempunyai tanggung jawab sebagai pemuda, karena pemuda inilah yang mempunyai seribu cara untuk menjadikan bangsa ini lebih maju kedepannya.
Dirinya bersama sahabat lainnya, yang juga mewakili kabupaten/Kota terpilih 6 peserta yang terbaik mewakili daerahnya masing masing. Ia lolos setelah menyisihkan 59 peserta lainnya dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat pada SKPP tingkat provinsi. Diantara yang loloa ada sederet nama seperti sahabat Shindy Rosi (Kota Singkawang) Kaleb Elevensi (Kabupaten Melawi) Faizatur Rohmah (Kabupaten Kayong Utara) Fery Heriyanto (Kabupaten Mempawah) dan Syarif Rizki Alkadrie (Kota Pontianak). (Abshor)






