dutapublik.com, CIANJUR – Kegiatan sosialisasi pembangunan TPAS oleh Kementrian PUPR, Dinas PUPR dan juga DLH Kabupaten Cianjur yang dihadiri oleh Camat Cikalongkulon, Kapolsek dan juga Babinsa Desa Mekarsari, bertempat di Aula Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, menuai polemik akibat penolakan dari para warga Desa setempat. Selasa (13/12).
Pada saat sosialisasi dalam sesi diskusi, ketua Karang Taruna sebagai perwakilan dari masyarakat Desa Mekarsari mengemukakan penolakan terhadap pembangunan TPAS, karena dikhawatirkan ada efek negatif kepada masyarakat setempat baik itu segi kesehatan maupun kenyaman.

Mewakili warga ketua Karang Taruna sampaikan alasan keberatan

Kantor Desa Mekarsari Cikalongkulon
“Kami tentunya merasa keberatan melihat efek dari pembangunan TPAS tersebut ditakutkan berdampak negatif kepada masyarakat baik dari kenyamanan maupun kesehatan,” ungkap ketua Karang Taruna.
Lanjutnya, bukan hanya dari karang taruna yang merupakan perwakilan dari masyarakat, rencana pembangunan TPAD di Desa tersebut pun ditolak oleh BPD Desa setempat mengingat nantinya program tersebut akan bertolak belakang dengan program cekas MANJUR yang sedang dilaksanakan oleh Bupati Kabupaten Cianjur.
“Tentunya kami pun dari BPD menolak untuk pembangunan TPAS tersebut, ya kan sekarang lagi ada program cekas manjur yang bergerak di bidang kesehatan, dengan pembangunan TPAS ini kan nantinya akan berdampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat dalam aktivitasnya,” tutur ketua BPD.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada tindak lanjut dan jawaban dari pihak kementrian PUPR, Dinas PUPR dan juga DLH kabupaten Cianjur terkait adanya penolakan ataupun keberatan dari warga masyarakat tentang rencana pembangunan TPAS di wilayah desa Mekarsari. (Std).




