dutapublik.com, TANGGAMUS – Pekon Tanjung Agung merupakan salah satu pekon yang ada di wilayah pesisir di Kecamatan Kotaagung Barat Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Pekon Tanjung Agung memiliki pantai yang cukup indah dan menjadi salah satu daya tarik para wisatawan, pantai itu diberi nama pantai digul.
Penduduk Pekon Tanjung Agung dihuni sekitar lebih dari 1000 jiwa yang menjadi penduduk tetap dan terdapat kurang lebih sebanyak 304 unit rumah tempat berlindung dari panas, hujan dan angin.
Sebagian besar sekitar 60% penduduk setempat beprofesi sebagai Nelayan, 30% Buruh Tani dan sisanya bermacam-macam profesi.
Dari 500 unit tempat tinggal penduduk Pekon tersebut, ada sekitar 50 unit rumah kondisinya sangat memprihatinkan.
Rumah warga kebanyakan semi permanen, sekitar 10% terdapat rumah tak layak huni yang dihuni lebih dari 2 Kepala Keluarga (KK), dengan kondisi rumah yang berdinding papan dan berlantai tanah. Sehingga mudah terbakar apabila ada sumber api dan terancam roboh saat diterpa angina kencang.
Kepala Pekon Tanjung Agung, yakni Hayang, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar membantu merealisasikan program bantuan bedah rumah untuk warganya.
“Saat ini, pihak Pekon belum mampu merealisasikan program bedah rumah dari Dana Desa. Karena dana tersebut lebih banyak digunakan untuk program penanganan COVID-19 dan beberapa program lain yang sifatnya mendesak,” terangnya, belum lama ini.
Sementara, Ketua Badan Hipun Pemekonan (BHP) Jumli Hasani mengungkapkan, sebagian besar warga berpenghasilan dengan mengandalkan Nelayan dan Buruh Tani.
“Sehingga warga hanya bisa memenuhi kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari, kebutuhan dasar saja. Sedangkan untuk memperbaiki rumah, mereka lebih banyak pasrah dengan keadaan,” ungkapnya.
Jumli juga berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus khususnya Bupati Dewi Handajani untuk melaksanakan program bedah rumah sebanyak 50 unit di Pekon Tanjung Agung. (Sarip)





