dutapublik.com, CIANJUR – Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Jawa Barat, pada Senin (14/3) sore kemarin, menyebabkan terjadinya longsor.
Satu rumah milik warga bernama Lilis (45) Warga Kampung Cibule Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ambruk karena longsor.
“Kejadiannya sekitar Maghrib kemarin, saat kami sedang menyiapkan bahan-bahan untuk berjualan dan pada waktu itu hujan deras dan banyak petir. Saat itu banjir pun terjadi, awal mula banjir masuk ke rumah anak saya dan rumah kami ambruk karena tanah terkikis banjir,” kata Lilis di Lokasi Longsor, pada Selasa (15/3).
Ia mengatakan, bahwa rumahnya hanya dihuni oleh dirinya dan suami sedangkan ana- anaknya menghuni rumah lainya.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian belum tahu berapa,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa saat ini dirinya sulit mendapatkan air bersih yang biasanya ia ambil dari sungai. Namun kini ia dan anaknya hanya bisa memanfaatkan air dari selokan yang ada di depan rumahnya.
Karena merasa hawatir ada longsor susulan, Ia beserta keluarga akan mengungsi untuk sementara ke rumah sanak saudaranya.
“Khawatir ini tambah parah kalau dihuni, karena berada di tebin. Jadi kami berencana mengungsi ke rumah sanak sodara yang dekat,” tuturnya.
Di waktu yang berbeda, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Cianjur Wendi Mulyadi menerangkan, bahwa ada dua titik yang mengalami longsor dan pihaknya membenarkan bahwa dalam musibah longsor tersebut tidak ada korban jiwa.
“Ada dua titik di Kampung Cibule dan kampung Sarongge, namun memang di kampung Cibule dihawatirkan ada longsor susulan karena longsoran dibagian WC dan dapur,” ungkapnya, saat di Kantor Kecamatan Mande seusai meninjau lokasi kejadian.
Menurutnya, diduga bahwa longsor diakibatkan karena Intensitas hujan yang cukup deras sehingga menyebabkan longsor, juga karena bagian dapur dan WC tidak ada Bronjong penahan tanah. Sedangkan saat ini belum bisa dipastikan berapa kerugian yang dialami korban.
“Untuk kerugian masih belum dapat dipastikan karena masih dalam pendataan,” pungkasnya. (RS)






