dutapublik.com, PROBOLINGGO – Warga Dusun Margahayu RT 004, Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, digegerkan dengan dugaan upaya pembakaran rumah milik Hariyanto, seorang wartawan media online, oleh orang tak dikenal (OTK), pada Minggu (29/06/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa ini diketahui setelah istri Hariyanto, yang akrab disapa NW, terbangun dari tidurnya dan mencium bau menyengat seperti bensin atau pertalite di sekitar rumahnya.
“Saat itu saya terbangun karena mencium bau pertalite yang sangat menyengat. Saya langsung membangunkan suami agar segera mencari sumber baunya,” ujar NW kepada wartawan.
Hariyanto kemudian melakukan pengecekan di sekitar rumah. Belum diketahui secara pasti sumber dan asal bau bahan bakar tersebut. Namun, keluarga menduga adanya upaya percobaan pembakaran oleh pihak tidak dikenal.
Salah satu anak asuh Hariyanto juga mengungkapkan bahwa dirinya mengalami trauma atas peristiwa tersebut.
“Kami sangat trauma, Mas. Kami jadi sulit tidur karena takut kejadian serupa terulang. Sekarang kami harus bergantian tidur untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.
Menanggapi kejadian ini, Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskominfo) Indonesia yang juga Ketua Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Batara Jawa Timur, Umar Al Khottob, turut hadir di lokasi kejadian. Ia menyatakan keprihatinannya dan menegaskan akan mengawal kasus ini.
“Kami tidak tinggal diam, apalagi jika ini menyangkut jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya. Dugaan upaya pembakaran rumah saat penghuni sedang tertidur tentu sangat membahayakan. Kami mendorong aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara tuntas,” ujar Umar.
Ia juga meminta dukungan Ketua Umum YBH Batara, Advokat Diansyah Putra Gumay, S.Kom., S.H., M.M., untuk turut mengawal proses hukum ini hingga selesai.
“Kami siap membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi jika tidak ada perkembangan. Bahkan bila perlu, kami akan laporkan hingga ke Mabes Polri demi keadilan bagi saudara kita ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Dutapublik.com akan terus mengupayakan konfirmasi dan menyajikan informasi lanjutan secara berimbang dan faktual.
(SNR)


