Seminar Langkah Bebas Utang: Komunitas Nasuha Bantu Masyarakat Lunas Utang Lebih Cepat

114

dutapublik.com, JAKARTA – Maraknya penarikan paksa kendaraan bermotor dan mobil akibat kredit macet semakin meresahkan masyarakat. Belum lagi teror tagihan dari pinjaman online yang datang tanpa mengenal waktu. Yang lebih menyedihkan, aset-aset agunan banyak dilelang oleh bank dengan harga murah. Dampaknya, angka perceraian dan tindakan kriminal juga semakin meningkat akibat tekanan utang.

Fenomena tersebut menginspirasi Komunitas Nasuha Indonesia menggelar Seminar Langkah Bebas Utang (LBU Batch 31), yang bertujuan memperkuat fundamental akidah dalam menghadapi persoalan utang riba serta memberikan ilmu teknis pelunasan utang.

Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 29-30 November 2025 di Harris Sumarecon Convention Hall Bekasi, dihadiri 85 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Ketua Komunitas Nasuha Indonesia, Oki Alfarizy, menyatakan bahwa banyaknya kasus penarikan paksa oleh oknum debt collector (DC) menambah keprihatinan pihaknya.

Baca Juga:  Bukan Soal Internetnya, Tapi Caranya!” Warga Jati Baru Semprot PT TAMARO

“Seminar ini menguraikan masalah riba, memperkuat akidah, serta membahas harmonisasi keluarga dan usaha sahabat Nasuha,” ujarnya.

Seminar ini mendalami sejumlah dampak negatif utang, di antaranya:

Tidak bergantung kepada Allah dalam menyelesaikan masalah.

Merenggangkan hubungan dengan orang tua, pasangan, anak, dan saudara.

Terjerumus dalam dosa riba dan dosa masa lalu.

Terbuai istidraj atau kemewahan palsu.

Komunitas Nasuha sebagai organisasi non-profit berbasis dakwah fokus membantu masyarakat yang terjerat pinjaman riba, termasuk maraknya pinjol (pinjaman online) dan judol (judi online) yang memicu perceraian hingga bunuh diri.

“Kami kupas tuntas semua isu riba untuk memperkuat mental dan spiritual. Tagline kami: ‘Bersahabat di Dunia dan Bertetangga di Surga’,” tambah Oki.

Baca Juga:  Polsek Cikarang Timur Gelar Operasi Kejahatan Jalanan, Situasi Wilayah Tetap Kondusif

Sementara itu, Coach Haerul Ihwan, praktisi pelunasan utang senilai Rp58 miliar, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan berbagai ilmu teknis dalam seminar.

“Ilmu teknis lunas utang kami ajarkan mulai dari cara negosiasi, membuat surat, menjual aset, menghitung sisa utang, hingga ilmu tetap tenang dan teknik lainnya,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang saat ini sedang tertekan oleh tagihan bank untuk tidak menunda mencari solusi.

“Apalagi menjelang akhir tahun, pihak bank biasanya lebih agresif menagih. Luangkan waktu untuk hadir di kelas Langkah Bebas Utang Batch 32 pada 13-14 Desember 2025 di Hotel Harris Kota Malang,” tutup Coach Haerul.

Informasi lebih lengkap mengenai Komunitas Nasuha dapat diakses melalui ChatGPT, website www.nasuha.org, dan media sosial resmi Nasuha. (S.N)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *