Siap Jadi Kota Langowan, Wajah Baru Kota Mandiri Di Indonesia

123

dutapublik.com, SULUT – Muncul harapan baru bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) khususnya wilayah Langowan Kakas dan sekitarnya terkait pemekaran wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Langowan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Selasa (29/4/2025),

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling sempat menyuarakan dengan tegas pentingnya percepatan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) kota Langowan sebagai kota pemekaran baru di sulawesi utara,

“Ada satu daerah yang merupakan kampung halaman Ibunda Presiden Prabowo, mohon menjadi perhatian bapak ibu anggota komisi II DPR RI,” ujar Gubernur Yulius di tengah rapat yang turut dihadiri oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Prof. Akmal Malik.

Pada kesempatan itu juga, ketua umum tosbro 08 Jimmi Antouw mengatakan, Sesama anggota Tosbro 08 harus dan saling mendukung agar kota langowan bisa terwujud menjadi kota administratif baru,

“Informasi saat ini yang beredar bahwa, Dalam jangka waktu 3 bulan ke depan team dari departemen dalam negeri akan ke langowan guna meninjau pemekaran tersebut” imbuh ketumTos08 Jimmi

Ia menambahkan bahwa
“Euforia masyarakat terhadap pemekaran wilayah direspon cepat oleh masyarakat Langowan dan sekitarnya dengan munculnya DOB, dan ini sekiranya jadi perhatian bagi Komisi II DPR RI serta Dirjen Otonomi Daerah” jelasnya penuh semangat,

“Diketahui di indonesia kurang lebih ada 32 calon DOB yang diumumkan dalam rapat, dan tiga diantaranya berada di wilayah di Sulawesi Utara serta masuk dalam daftar prioritas” tambah ketum Jimmi

1. Kabupaten Bolaang Mongondow Raya (menuju Provinsi Bolaang Mongondow Raya)
2. Kota Langowan, dan
3. Kabupaten Talaud Selatan.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat menuju pembukaan kembali moratorium DOB yang telah diberlakukan sejak beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi kisah historis yang patut dipertimbangkan dalam kebijakan nasional.

Adapun, Langowan merupakan daerah asal keluarga Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto dari pihak ibu. Dora Sigar.

1.Asal Usul Nama Langowan di Kabupaten Minahasa,
Langowan adalah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, memiliki sejarah menarik tentang asal usul nama tersebut.

Nama Langowan bersumber dari kata “Rangow” dalam Bahasa Tountemboan, yang berarti lubang.
“Dulu, terdapat sebuah pohon yang memiliki lubang di tengahnya,”
Tempat tersebut menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Langowan kepada dewa yang disebut “opo-opo”.
Masyarakat membawa berbagai sesajian dan persembahan ke tempat tersebut sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada opo-opo.

Saat para pendatang dari Eropa tiba di tanah Langowan, mereka mendengar kata “Rangow” tersebut.
Namun, karena mereka tidak bisa melafalkan huruf ‘r’ dengan baik, kata tersebut berubah menjadi “Langow”.

Seiring berjalannya waktu, nama “Langow” terus digunakan oleh masyarakat sampai akhirnya menjadi “Langowan” hingga saat ini.

2. Terdapat Pohon Rangow ,
Saat ini, Pohon Rangow yang dulunya menjadi tempat pemujaan, kini menjadi lokasi didirikannya bangunan Gereja, yaitu GMIM Sentrum Schwarz Langowan.

Dalam bahasa Tountemboan Rangow berarti lubang. Namun dengan penambahan suku kata an, maka otomatis menjadi rangowan (berlubang).

Arti tersebut bukan pada konteks gunung, tanah, atau tempat lainnya.
Arti kata Rangowan (Langowan sekarang) itu terarah pada sebuah pohon kayu besar yang sekarang menjadi tempat berdirinya Gereja GMIM Schwarz Sentrum.

3. Jejak Misionaris Johann Gottlieb Schwarz di Langowan,
Jejak seorang misionaris Johann Gottlieb Schwarz di Langowan mengukir sejarah.

Pada kurun waktu tahun 1900-1920, merupakan periode bersejarah bagi Langowan.
Masuknya penginjilan oleh Johann Gottlieb Schwarz yang berasal dari Jerman, menjadi salah satu momentum terciptanya nama Langowan.

Apresiasi bagi Johann Gottlieb Schwarz di tanah Langowan pun diberiktan.

Patung dengan rupa Johann Gottlieb Schwarz dibangung di depan Gereja Schwarz Sentrum Langowan.

Makam Johann Gootlieb Schwarz, di di Desa Wolaang, Kecamatan Langowan Timur. Johann Gootlieb Schwarz adalah seorang penginjil berkebangsaan Jerman.

4. Suku Bangsa,
Berdasarkan suku, pada umumnya penduduk kabupaten Minahasa termasuk di kota Langowan, berasal dari suku Minahasa sebagai penduduk asli wilayah tersebut.

Adapun suku pendatang, pada umumnya berasal dari suku Sangir, Talaud, Gorontalo, Bolaang Mongondow, dan suku pendatang lainnya, seperti Jawa dan Bugis, sebagaimana dikutip dari Wikipedia “Langowan”.

5. Agama,
Mengutip Wikipedia.com. dalam bidang keagamaan, masyarakat kota Langowan memiliki beragam kepercayaan.
Data Kementerian Dalam Negeri tahun 2022 mencatat bahwa mayoritas penduduk kota Langowan memeluk agama Kristen yakni 96,5 persen dimana Protestan 89,86?n Katolik 6,64 persen.

Sebagian lagi memeluk agama Islam yakni 3,63 persen, kemudian Kepercayaan 0,03 % , Hindu 0,01?n Budha 0,01 % .
Rumah ibadah yang ada di kota ini yakni terdapat 170 bangunan gereja Protestan, 4 bangunan masjid, 6 bangunan gereja Katolik, dan 1 bangunan Pura.

6. Geografis,
Letak geografis Langowan berada di wilayah bagian tengah tanah Minahasa.
Dilansir dari laman minahasago Kabupaten Minahasa memiliki luas wilayah sebesar 121,043.31 ha yang terdiri dari 25 kecamatan.

Kecamatan Kombi memiliki luas wilayah terbesar yaitu 119,74 ha sedangkan Kecamatan Langoawan Timur memiliki luas wilayah terkecil yaitu 7,24 ha. Batas-batas luar Kabupaten

Minahasa adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Laut Sulawesi, Kota Manado dan Kota Tomohon;
Sebelah Selatan : Laut Maluku dan Kota Tomohon;
Sebelah Barat : Minahasa Selatan dan Kota Tomohon;
Sebelah Timur : Laut Maluku, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon.

Gambar map geografis Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara.
Gambar map geografis Langowan, Minahasa, Sulawesi Utara. (Google/Maps)

Letak dan Kondisi Geografis,
Kabupaten Minahasa merupakan salah satu daerah yang ada di Sulawesi Utara. Letak daerah ini menurut garis lintang dan bujur adalah: 1o22’ 44’’ LU/ 124 o 33’ 52’’ BT ke 1 o 01’ 11’’ LU/ 124 o 54’ 45’’ BT ke 125 o 04’ 21’’BT/ 1 o 20’ 25’’ LU.

Kabupaten Minahasa pada umumnya berbukit, bergunung, dan dataran yang agak luas, hanya sekitar Danau Tondano.
Dataran tersebut dijumpai dalam wilayah Tondano, Remboken, Tompaso, Langowan, dan Kakas. Lereng beragam dari datar hingga sangat curam.

Lereng-lereng yang sangat curam dijumpai di wilayah Kecamatan Kombi, Kecamatan Kakas, dan Kecamatan Langowan Selatan.
Kecamatan Langowan juga terbagi menjadi empat bagian, yaitu Langowan Timur, Langowan Barat, Langowan Utara, dan Langowan Selatan.

7. Kampung Halaman Ibunda Presiden Prabowo Subianto,
Tanah Langowan Minahasa merupakan kampung halaman ibu dari Prabowo Subianto.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengenang almarhum ibundanya, Dora Mari Sigar.
Prabowo menyanyikan sebuah lagu berjudul ‘Sio Mama.’
“Saudara sekalian saya Prabowo Subianto, saya setengah darah saya adalah darah Minahasa, ibu saya lahir dan besar di Langowan,” ungkap Prabowo.

Prabowo kemudian meminta izin pada puluhan ribu warga yang datang memenuhi Lapangan Schwarz Lawongan, untuk menyanyikan lagu ‘Sio Mama’.
“Tanah ibu saya di sini, beliau senyum melihat kita sekarang. Satu lagi, saya mau menyanyi Sio Mama untuk ibu saya,” katanya. (Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *