dutapublik.com, HALMAHERA TENGAH – Minggu (20/2), Bumi Fogogoru kembali damai, tenang, nyaman dan aman setelah beberapa hari ini diguncang kesalahpahaman diantara warga yang bermukim di Desa Nurweda akibatnya seluruh aktivitas masyarakat terganggu oleh ulah segelintir orang yang kurang memahami kehidupan sosial yang majemuk di tengah-tengah masyarakat Bumi Fogogoru.
Inilah akibatnya salah satu sebab jika kebiasaan mengkonsumsi miras kemudian tidak dapat mengontrol diri, konsekwensinya orang lain bisa jadi korban dari ketidak normalnya cara berfikir, sikap dan tindakan kita yang sudah mabuk dengan miras.
“Untuk itu, imbauan kami Maluku Satu Rasa (M1R) Salam Sarane Indonesia agar cobalah kurangi kebiasaan-kebiasaan minuman miras dalam kehidupan katong. Semua anak-anak Maluku supaya lebih sehat, bugar dan bahagia karena sudah mau jauh dari konsumsi minuman keras,” ucap Maun Sangadji, selaku Sekjen DPP M1R Salam Sarane Indonesia.
Sementara Arwan Litiloly, selaku Kapitang DPP M1R Salam Sarane Indonesia menambahkan, berkat komunikasi, koordinasi dan sinergy yang baik di antara pihak Kepolisian dan TNI di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah serta Bupati dan jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat serta seluruh komponen masyarakat yang ada di Bumi Fogogoru maka terjalin harmonisasi kekeluargaan yang mengarah kepada sebuah deklarasi perdamaian yang hakiki.
“Semua ini terjadi karena kesadaran bersama dalam membangun dan menciptakan kondisi yang aman, damai, tenang, tentram dan teduh di Bumi Fogogoru,” katanya.
Pihaknya memberikan hormat dan penghargaan kepada semuanya yang sudah mau menahan diri dari informasi atau issue yang kurang bertanggung jawab dan kepada seluruh masyarakat Bumi Fogogoru.
“Juga katong sampaikan apresiasi yang tak terhingga, sudah dengan berbesar hati menerima permohonan maaf saudara-saudara kami dan kembali hidup rukun dan damai berdampingan bersama membangun ekonomi dan menciptakan stabilitas keamanan bersama.”
“Ini sebuah manifestasi kebersamaan hidup orang basudara yang tete nene moyang wariskan par katong semua, Maluku dan Maluku Utara adalah sebuah Adat budaya yang seng mungkin katong pisahkan karena dari Ujung Halmahera sampai Tenggara Jauh katong semua basudara seng ada yang bisa ingkari itu,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Juano Lekatompessy, selaku Koordinator Pembina DPW M1R Salam Sarane Indonesia Kabupaten Halmhera Tengah mengatakan, bahwa pihaknya akan selalu menjaga sinergitas dengan pihak Kepolisian guna menjaga Kamtibmas.
“Katong gandong basudara M1R salam sarane INDONESIA Kabupaten Halmahera Tengah akan selalu berkomunikasi dan koordinasi dengan aparat keamanan di Halmahera Tengah, khususnya Pak Kapolres dan jajarannya serta juga Pak Dandim 1512/Weda dan jajarannya agar ke depan sinergi ini selalu katong jaga. Sehingga jika terjadi lagi gangguan Kamtibmas kami sudah dapat mencegahnya lebih dini dan mencari solusi terbaik guna mengurangi resistensi di masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, Kinerja TNI Polri di Kabupaten Halmahera Tengah patut mendapatkan apresiasi.
“Kerja keras Pak Kapolres Halteng dan Pak Dandim 1512/Weda, mewujudkan sebuah akselerasi harmonisasi kekeluargaan yang luar biasa di Bumi Fogogoru kemarin itu menggambarkan kinerja yang bukan biasa menguras tenaga, fikiran dan energi dari kedua pemimpin penjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah ini, peran sentralnya dilakukan dengan baik dan smart,” ucapnya.
Sedangkan Mahfud Lating, selaku Ketua DPD M1R Salam Sarane Indonesia Provinsi Maluku Utara berharap, kejadian tersebut merupakan yang pertama dan terakhir yang semua alami di Bumi Fogogoru khususnya dan di Bumi Moluku pada umumnya.
“Beberapa hari ini, katong semua panik atas apa yang terjadi, namun Alhamdulilah semua berakhir dengan Deklarasi Perdamaian. Harapannya katong semua gandong basudara patuhi poin-poin kesepkatan yang sudah dibuat dan disepakati secara bersama-sama sehingga perwujudan kedamaian, ketenangan dan ketentraman nyata terwujud selamanya tanpa ada gangguan yang berarti lagi.”
“Mari fokus pada membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik dimanapun kita berada dan junjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman Nasional kita sebagaimana sudah diwariskan dalam 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” paparnya.
Dikatakan Mahfud Lating, jika semua orang memahami dan mengerti 4 pilar kebangsaan tersebut, maka kehidupan yang rukun, damai, tenang, aman dan tenteram bisa terwujud.
“Kepada pihak aparat keamanan, wabil khusus pihak Kepolisian Kabupaten Halteng-Kapolres dan jajarannya, kami sangat apresiasi kerja cepatnya dalam mengantisipasi gejolak yang berkembang dan mampu meredamnya dan ini juga berkat sinergi kuat dengan TNI khususnya Pak Dandim 1512/Weda dan jajarannya,” tutupnya. (E. Bule)





