dutapublik.com, CIANJUR – Sekolah Menengah Kejuruan Nurul Hidayah Pasundan (SMK NHP) yang beralamat di Jalan Raya Bandung Exit Tol Citarum Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah berdiri sejak tahun 2012.
Dalam perkembangannya kini SMK NHP sudah mempunyai 5 program studi atau jurusan antara lain Peternakan, Otomotif, TKJ (Teknik Komputer Jaringan), OTKP (Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran) dan Kesenian.
“SMK NHP didirikan pada tahun 2012, Alhamdulillah sekarang ini sudah mempunyai lima jurusan yaitu, Peternakan, Otomotif, TKJ, OTKP dan Kesenian,” ungkap Kepala SMK NHP, Komarudin, S.H., S.Pd., pada Kamis (7/4).
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa output atau lulusan SMK NHP dipersiapkan untuk menjadi wirausahawan atau pengusaha mandiri dan juga dapat menempati dunia kerja profesional, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Selain mencetak lulusan untuk menjadi wirausahawan, kami telah menjalin kerja sama dengan instansi terkait dan dengan perusahaan baik dalam maupun luar negeri untuk memperoleh kemudahan dalam mengakses peluang dunia kerja bagi para lulusan SMK NHP,” tambahnya.
Masih kata Komarudin, adapun program unggulan di SMK NHP adalah program Keagamaan Kultum (Kuliah Tujuh Menit) yang dilakukan secara bersama sebelum memulai pembelajaran dalam KBM (Kegitan Belajar Mengajar) di kelas, yang dilaksanakan di Aula serta dibimbing oleh para pembimbing yang kompeten.
“Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pembiasaan bagi peserta didik untuk lebih mendalami ajaran agama Islam. Selain itu ada pula kegiatan mentoring pendidikan mental attitude dan kecakapan dalam calistung, dalam artian bukan hanya membaca, menyambungkan atau merangkai huruf tetapi lebih jauh dapat membaca situasi maupun peluang untuk hidup lebih maju.”
Lanjutnya, bagi peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi, pihaknya menyedikan bantuan selama menempuh kegiatan belajar di SMK NHP, juga disediakan armada mobil jemputan.
Ia berharap bahwa lulusan SMK NHP seratus persen dapat menjadi wirausahawan atau bisa bekerja baik di perusahaan dalam negeri dan luar negeri dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Saya berharap lulusan SMK NHP dapat jadi wirausahawan, dapat bekerja ataupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pokoknya jangan ada yang nganggur,” pungkasnya.
YN (38) salah seorang guru SMK NHP mengatakan bahwa SMK NHP melakukan pendekatan terhadap masyarakat dengan cukup baik, sehingga tiap tahunnya dapat input berupa peserta didik baru yang terus bertambah dari segi kuantitas.
“Dewasa ini peserta didik keseluruhan mencapai kurang lebih seribu orang,” ujar YN.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh beberapa orang guru yang tak menyebutkan namanya. (Rohidin)



