dutapublik.com, KARAWANG –Dugaan kasus pemotongan dan penyelewengan dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilakukan oknum pendamping PKH Desa Balonggandu Kecamatan Jatisari masih terus bergulir.
Sejauh ini pihak penyidik unit Tipikor Polres Karawang sudah meminta keterangan dari beberapa orang yang diduga terlibat dan mengetahui dalam konspirasi korupsi dana bansos PKH.
Mulai dari pihak korban, ketua kelompok, sejumlah pendamping PKH dan petugas Bank BNI, sudah dimintai keterangannya.
Informasi terkini yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan bahwa pihak Penyidik Unit Tipikor Polres Karawang tengah melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) perwakilan Jawa Barat dalam rangka Audit Investigasi (AI).
Selain itu beberapa waktu yang lalu Menteri Sosial Tri Rismaharini telah menemui para Korban di kantor Kemensos Jakarta. Dalam pertemuan yang tidak berlangsung lama tersebut, Risma menyatakan akan membantu para Korban dalam memperjuangkan haknya.
Selain itu Risma juga telah memerintahkan staf ahlinya untuk mempelajari dan selanjutnya melakukan investigasi terhadap dokumen yang diserahkan oleh para Korban.
Apa yang dijanjikan Mensos pada saat pertemuan tersebut ternyata ditindaklanjuti dengan adanya kunjungan Staf Ahli Kemensos Anto, ke Kantor Camat Jatisari untuk menemui para Korban, pada Jumat (24/9).
Dalam pertemuan yang dilakukan di Kantor Kesos Kecamatan Jatisari tersebut, turut di hadiri Ketua TKSK Kecamatan Jatisari, beberapa pendamping PKH, para Korban dan perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Karawang.
Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Kemensos menanyakan langsung kepada para Korban kronologis dugaan pemotongan dan penyelewengan dana bansos PKH yang diduga dilakukan oleh oknum pendamping PKH Desa Balonggandu.
Acih Delia salah seorang Ketua Kelompok yang juga merupakan salah satu Korban mengatakan, bahwa dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam lebih, semua Korban yang diundang memberikan jawaban dan pernyataan kepada Staf Ahli Kemensos tersebut.
“Alhamdulliah dalam pertemuan tadi kita semua menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh Staf Kemensos, dan beliau mengatakan akan melaporkan hasil pertemuan tersebut ke Bu Risma (Mensos RI-red),” ucapnya.
Kedatangan staf ahli Kemensos ke Jatisari dan menemui para Korban PKH mengindikasikan keseriusan Kemensos dalam menyelidiki dan mengungkap kasus dugaan pemotongan dan penyelewengan dana bansos PKH yang sudah berjalan hampir tiga tahun.
Dengan adanya campur tangan Pemerintah dan pemangku kepentingan, diharapkan kasus ini dapat segera dituntaskan, sehingga keadilan yang diharapkan para korban PKH bisa dapat terwujud. (Endang Andi)





