Tanpa Medical Check Up, Hebatnya Sponsor Rajab Dan Marfuhah Bisa Berangkatkan PMI Ke Timur Tengah Untuk Dipekerjakan Jadi Pembantu Rumah Tangga

571

dutapublik.com, KARAWANG – Kepmenaker RI nomor 260 tahun 2015 tentang Penghentian Dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Pada Pengguna Perseorangan Di Negara-negara Kawasan Timur Tengah, seolah hanya hiasan susunan kata-kata di atas kertas saja.

Bagaimana tidak? Walaupun semenjak tahun 2015 diberlakukan, namun, para mafia Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tetap saja dengan leluasa memberangkatkan Pekerja Migran Indoneisa (PMI) ke negara-negara kawasan Timur Tengah, tanpa adanya rasa takut dengan aparatur penegak hukum dan diduga para mafia TPPO tersebut merasa kebal hukum.

Hal itu terbukti dangan banyaknya pengaduan PMI ilegal Timur Tengah, yang mengalami nasib pilu. Bahkan bisa dikatakan mengalami nasib tragis. Salah satunya yang dialami oleh DO, warga Kabupaten Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

DO, menceritakan, awal dirinya saat direkrut dan diproses oleh jaringan mafia TPPO Timur Tengah.

“Rajab menjanjikan saya bekerja di Timur Tengah sebagai cleaning service. Tapi dikontrak kerja saya tertera tulisan Housekeeping Worker (pembantu rumah tangga). Terus sebelum saya sidik jari, saya juga udah tanya ke Pak Rajab. Kenapa bukan cleaning service aja? kenapa harus Housekeeping? Dan gak dicantumkan hospital?.”

“Saya beberapa kali juga tanya sama petugas sidik jari di daerah Halim, di situ malah visanya kerja di office. Tapi saya tanya kerja apa? dia bilang pembantu. Kan buat bingung Pak. Terus saya tanya ke beberapa petugas dan Samsul, orang suruhan Bu Hani (Marfuhah), itu juga ngotot bilangnya itu beneran visa untuk cleaning service,” ungkapnya, kepada media dutapublik.com, melalui pesan WhatsApp, pada Senin (10/7) malam.

Keterangan Gambar 2: Perjanjian Kerja PMI Ilegal Timur Tengah Atas Nama DO

Apa yang dijanjikan Rajab dan Marfuhan alias Hani, lanjut DO, tidak sesuai dengan kenyataan.

“Saya pikir sih beneran untuk di Hospital Pak. Makanya saya curiga, kenapa gak dicantumkan rumah sakit di situ? Beneran apa gak sih itu jobnya cleaning service dan gajinya betulan 1.500 Riyal apa gak? Tapi Rajab bilang, iya betul. Malah gajinya bisa 1.700 Riyal katanya. Pas sampai sini zonk Pak. Saya memang butuh uang. Saya juga pengen kerja. Tiap hari saya masih gak rela karena saya ditipu, jobnya gak sesuai. Sudah Paspor ditahan, gak ada libur kalo di tempat majikan. Kerja dari jam 5 pagi sampai tengah malam,” bebernya.

DO, menceritakan, bahwa dirinya dan beberapa PMI ilegal Timur Tengah lainnya yang diproses oleh Rajab dan Marfuhah, tanpa melalui proses Medical Check Up terlebih dahulu.

“Bahkan kami semua gak dimedical. Makanya ada yang hamil itu masih diberangkatkan juga. Betul Pak. Kalo pakai medical, kenapa yang hamil itu bisa terbang? Gak ada yang dimedical Pak. Dimedicalnya pas sudah di Riyadh. Makanya mereka ngambil untungnya banyak banget. Udah gak medical, uang fee juga gak ada. Yang ready Paspor pun gak dapat uang fee,” tuturnya.

Dikatakan DO, bahwa semua dokumen asli data dirinya ditahan oleh sponsor Marfuhah alias Hani. Saat masih sebelum diberangkatan hingga saat ini, dokumen asli data dirinya belum diserahkan kepada dirinya.

Keterangan Gambar 3: Lokasi Diduga Tempat Penampungan PMI DO Di Jakarta

“Dokumen data diri saya yang asli gimana ya Pak? Ada di Bu Hani semua. KTP, Ijazah, Transkrip Nilai, KK, Buku Nikah, dan Akta Kelahiran. Katanya buat persyaratan. Saya lupa mintain. Karena waktu itu, Bu Hani, nyuruh saya cepat-cepat. Dia sibuk mau pindahan kata pembantunya,” ujarnya.

Saat membuat Paspor, DO, menuturkan, bahwa dirinya dibawa oleh Parjo, selaku sopirnya Rajab.

“Saya bikin Paspor di Bekasi. Di sana nanti kami disuruh bilang mau jalan-jalan ke Singapura oleh Calo atau orang suruhannya Pak Rajab. Teman-teman saya juga dibilangin suruh bilang begitu. Temen saya yang gak lewat Syarikah juga disuruh bilang jalan-jalan ke Singapura kalo ditanya petugas Imigrasi. Saya tidak tahu nama Calo itu, cuma tahu nama sopirnya Rajab, yaitu Pak Parjo yang ngelobi ngobrol sama Calo itu Pak,” paparnya.

Sementara, Parjo, yang disebutkan oleh DO, sebagai sopirnya sponsor Rajab, saat dikonfirmasi oleh media dutapublik.com, melalui pesan WhatsApp di nomor 082111052xxx, pada Selasa (11/7), tekait sejauh mana dugaan keterlibatan dirinya membantu Rajab dalam memberangkatkan PMI ilegal Timur Tengah, Parjo, mengaku, bahwa konfirmasi yang disampaikan salah sambung. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *