Universitas Sam Ratulangi Didukung Jadi Kampus Bersinar Oleh Kepala BNN RI

827

dutapublik.com, MANADO – Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose memberikan materi seputar permasalahan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika kepada para Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi dalam webinar bertajuk Gerakan Anti Narkoba.

Dr. Petrus Reinhard Golose dalam paparannya menjelaskan, kondisi kejahatan narkotika baik di Indonesia maupun di dunia serta menyampaikan berbagai data hasil penelitian yang telah dilakukan dan kebijakan BNN sebagai langkah steategis dalam menanggulangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

“Sewaktu saya melakukan operasi di Amerika Selatan yang mereka takutkan yaitu narcoterrorism dan kokain adalah jenis narkotika yang paling banyak digunakan di sana,” tuturnya dalam webinar yang diikuti oleh seratus ribu audience yang merupakan civitas akademika Universitas Sam Ratulangi, pada Sabtu (7/8/).

Baca Juga:  Kemendagri Gelar Rakornas Pengelolaan Dana Transfer, Pinjaman, dan Obligasi Daerah

Sementara itu, berbeda dengan Amerika Selatan yang didominasi oleh kokain, di Indonesia justru peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika didominasi oleh sabu atau methamphetamine.

“Berdasarkan data UNODC 2020 setidaknya terdapat 115 ton methamphetamin telah disita di negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2019,” jelasnya.

Keterangan Gambar 2 : Webinar Gerakan Anti Narkoba

Lebih lanjut Jendral Bintang Tiga tersebut menyebutkan, bahwa untuk di Indonesia sampai dengan saat ini telah menyita 10 ton barang bukti narkotika baik BNN, Kepolisian dan lainnya. Sementara untuk BNN sendiri sekitar 2 ton.

“Bayangkan berapa orang yang akan terpapar kalau semua barang bukti narkotika ini beredar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Riau

Semua barang bukti narkotika yang masuk ke Indonesia tersebut dilakukan melalui tiga jalur yaitu darat, laut dan udara. Namun dari ketiga jalur tersebut, Ia menyebutkan, bahwa 80% dan bahkan mungkin saat ini 90% penyelundupan dilakukan melalui jalur laut.

Luasnya wilayah Indonesia pun menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengawasan peredaran gelap narkotika. Oleh sebab itu, di akhir sesi Kepala BNN menegaskan pentingnya peran serta seluruh masyarakat termasuk peran para dosen dan mahasiswa.

“Melalui webinar ini saya meminta komitmen Ibu Rektor dan seluruh civitas akademika untuk menjadikan Universitas Sam Ratulangi sebagai Kampus Bersinar, Bersih Narkoba,” pungkasnya. (Effendy V. Iskandar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *