Warga Membludak, Kirab Tumpeng Bersih Desa Carat Ponorogo Berlangsung Meriah

7

dutapublik.com, PONOROGO – Antusiasme masyarakat terlihat dalam puncak peringatan Bersih Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Ratusan warga mengikuti Kirab Tumpeng dan Genduri Akbar yang digelar pada Rabu (5/8/2026) malam.
Kegiatan tahunan tersebut diikuti Pemerintah Desa Carat, lembaga kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pelaku UMKM, paguyuban, serta perwakilan warga dari seluruh RT di Desa Carat.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dengan berkumpulnya seluruh peserta di Balai Desa Carat. Selanjutnya, tepat pukul 20.00 WIB, kirab tumpeng diberangkatkan oleh Kepala Desa Carat, H. Mudjiono, menuju lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Arak-arakan berlangsung meriah. Iring-iringan mobil pengawal dan sound system berada di barisan depan, disusul perangkat desa, lembaga desa, ketua RT, organisasi masyarakat, hingga pelaku UMKM yang membawa tumpeng berisi hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki.

Setibanya di lokasi KDMP sekitar pukul 21.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Genduri Akbar yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Doa bersama dipanjatkan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan karawitan yang dibawakan oleh ibu-ibu Desa Carat. Suasana semakin semarak dengan antusiasme warga yang hadir hingga memenuhi lokasi kegiatan.

Ketua Panitia Bersih Desa Carat 2026, Nur Cholis, mengatakan bahwa kirab tumpeng bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.

“Kirab tumpeng dan genduri ini merupakan simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi pemersatu masyarakat dan dapat dilestarikan oleh generasi muda sebagai warisan budaya Desa Carat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Carat, H. Mudjiono, menegaskan bahwa kegiatan Bersih Desa merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

“Bersih desa bukan hanya melestarikan adat istiadat, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Kami mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib, aman, dan meriah,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat Kauman. Menurutnya, tradisi seperti kirab tumpeng dan genduri merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

“Selain mempererat persatuan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur kepada generasi muda. Semoga Desa Carat terus menjadi contoh desa yang mampu melestarikan budaya sekaligus membangun masyarakat yang harmonis,” tuturnya.

Kegiatan Bersih Desa Carat 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan dan gotong royong masyarakat. (Muh Nurcholis)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *